KOTOGASIB, GORIAU.COM - Aksi demontrasi hari ini, Kamis (17/1/2013) juga terjadi di Kota Gasib, Kabupaten Siak. Jika di Pekanbaru aksi lebih mengarah pada penyelesaian kasus, namun di Kota Gasib, aksi dilakukan untuk menuntut PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) memperhatikan masyarakat tempatan. Pasalnya sudah 20 tahun beroperasi, ternyata PT RAPP tidak memberi kontribusi kepada masyarakat Koto Gasib.

''Sudah 20 tahun beroperasi, tapi RAPP tidak pernah melibatkan masyarakat tempatan untuk dijadikan tenaga kerja. Kehadiran RAPP di sini, tidak mengurangi jumlah pengangguran, jadi tidak ada manfaatnya,'' ujar koordinator aksi, Arizal saat menggelar aksi di Pelabuhan PT RAPP Desa Rantau Panjang, Kotogasib, Siak, Kamis (17/1/2013). 

Keterliban masyarakat tempatan di RAPP, tambahnya, sangat kecil. Misalnya untuk tenaga security yang jumlahnya 20 orang, hanya tiga orang yang diambil dari warga tempatan. Warga sudah sering mengajukan surat lamaran, tapi tak ada tanggapan. Bahkan RAPP tidak pernah menyebarkan pengumuman lowongan kerja kepada warga Koto Gasib sehingga warga Koto Gasib mersa ditinggalkan.

''Kalau dikumpulkan, mungkin lamaran yang disampaikan warga Koto Gasib sudah menggunung, tapi perusahaan tidak pernah menanggapi. Tak satu pun lamaran yang ditanggapi,'' ujar pria yang sering disapa Najar ini.

Selain masalah rekrutmen tenaga kerja lokal, tambahnya, RAPP juga tidak memperhatikan kontraktor lokasi. ''Di siini banyak beroperasi perusahaan luar. Perusahaan lokal terabaikan, padahal kemampuan kontraktor lokal tidak kalah dengan kontraktor luar, bahkan bisa lebih baik karena kontraktor lokal lebih menguasai medan yang akan dijadikan lokasi kegiatan,'' tegasnya.

Setelah melakukan orasi cukup lama di areal Pelabuhan RAPP Rantau Panjang, Koto Gasib akhirnya perusahaan menerima perwakilan pendemo yang saat itu diwakili oleh Robi Cahyadi yang juga anggota DPRD Siak dan Nazar. Mereka diterima oleh Humas Pelabuhan RAPP, Wawan, bersama Kasat Intel Polres Siak AKP Zulkifli Zubir, Kapolsek Lubuk Dalam AKP Fridolin Nababan dan Camat Koto Gasib Drs Arlisman.

Namun pembicaraan dengan perusahaan berlangsung alot karena perwakilan massa menuntut bertemu dengan manajemen perusahaan yang bisa mengambil keputusan. Namun Wawan bersikeras bahwa dirinya merupakan perwakilan perusahaan yang dipercaya dan bertugas untuk memfasilitasi dan menjembatani antara masyarakat dan perusahaan. ''Apapun usulan yang akan disampaikan akan saya cataty dan saya sampaikan kepada pihak manajemen,'' tegas Wawan. (sks)