PEKANBARU - Satelit Terra dan Aqua dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru, Riau, Rabu (2/3/2016) pagi, mendeteksi kemunculan 23 titik panas (hotspot) di wilayah sumatera.

Titik panas ini, tersebar di tiga provinsi, diantaranya Sumatera Barat sebanyak dua titik panas, Aceh tiga titik panas dan tertinggi di Riau, yakni 18 titik panas. Artinya, Riau lagi-lagi jadi penyumbang terbanyak titik panas Sumatera.

18 titik panas yang ada di Riau itu, berada di lima kabupaten, yaitu Inhil satu titik panas, Meranti satu titik panas, Pelalawan satu titik panas, Siak lima titik panas dan terbanyak di Bengkalis, yakni 10 titik panas.

"Sedangkan pantauan titik api (firespot) dengan level confidence di atas 70 persen, kita hitung ada 12 spot, dengan sebaran satu titik di Pelalawan, tiga titik di Siak dan delapan titik api di Bengkalis," kata Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sugarin.

Pihaknya, sebut Sugarin, sudah menginformasikan kepada kepolisian dan instansi terkait lainnya, khususnya untuk lokasi ditemukannya hotspot dan firespot tersebut. "Jadi bisa langsung dilakukan pemadaman," ujarnya.

Meski sudah hampir sepekan Provinsi Riau dikelilingi hotspot, Sugarin memastikan bahwa itu belum berdampak pada munculnya kabut asap. Sejauh ini, jarak pandang Riau masih normal.

"Pada umumnya cuaca di wilayah Riau cerah hingga berawan. Potensi hujan dengan intensitas ringan tidak merata terjadi di wilayah Riau bagian tengah dan selatan, pada siang atau sore dan malam hari," singkat dia. ***