LANDAK, GORIAU.COM - IDS (16), siswi kelas X salah satu SMA di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, menjadi korban tindakan asusila dua lelaki.

Tragisnya, kedua lelaki, warga Dusun Serimbu Seberang, Desa Serimbu, Kecamatan Air Besar, Landak, berinsial APN (38) dan SNS (40) yang memperkosa IDS tersebut, merupakan ayah kandung dan pamannya.

Berdasarkan pengakuan APN,  ayah kandung IDS, sang anak menjadi korban asusila dirinya sejak masih berusia tujuh tahun dan duduk di kelas satu SD."Saya kali pertama berbuat asusila terhadap IDS, ketika tidak sadarkan diri. Saya lagi mabuk," kata APN, di Polres Landak, Senin (14/4/2014).

APN mengakui dirinya bersalah, dan bahkan menyesali perbuatan asusila terhadap anaknya tersebut.

Sementara SNS, tetangga dan paman korban, menuturkan ikut merudapaksa APN. Pasalnya, ia pernah memergoki IDS tengah dicabuli oleh APN.

"Saat itu, saya memergoki APN sedang berbuat itu dengan IDS. Saya tahu IDS itu anaknya, dan kemudian saya bilang, kalau saya minta jatah juga sama APN, kalau tidak saya laporkan ke orang," tandasnya.***