JAKARTA, GORIAU.COM - Dinas intelijen Australia empat tahun lalu ternyata pernah berupaya menyadap telepon seluler Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan istrinya, Ani Yudhoyono. Informasi ini terungkap dalam dokumen Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) yang dibocorkan Edward Snowden.

Sasaran lain adalah orang-orang dalam lingkaran dekat SBY, termasuk Wakil Presiden Boediono serta dua bakal calon presiden: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa dan mantan Duta Besar Indonesia buat Amerika Dino Patti Djalal.

Dokumen berupa bahan presentasi bertajuk sangat rahasia ini milik Departemen Pertahanan Australia dan Direktorat Signal Departemen (DSD), seperti dilansir surat kabar the Guardian, Senin (18/11). Dokumen ini menyebutkan jenis telepon seluler yang dipakai target. SBY dan Ani Yudhoyono menggunakan Nokia E-90-1. Boediono memakai BlackBerry Bold 9000.

Bocoran yang dilansir bersama Guardian Australia dan ABC ini bakal makin memperkeruh hubungan kedua negara. Indonesia dan Australia sedang mengalami ketegangan setelah Negeri Kanguru itu memata-matai Indonesia lewat kedutaan mereka di Jakarta. Australia juga mengeluarkan kebijakan menolak semua kapa imigran gelap memasuki perairan mereka.

Penyadapan itu berlangsung setengah bulan pada Agustus 2009. Yang disadap berupa telepon keluar, telepon masuk, dan pesan pendek. Sedangkan pembicaraan telepon kurang dari semenit tidak bisa disadap.***