JAKARTA, GORIAU.COM - Tim teknologi modifikasi cuaca (TMC) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menaburkan 12,9 ton garam dalam upaya membuat hujan buatan untuk menanggulangi asap dampak kebakaran lahan dan hutan di Riau, Pekanbaru.
Asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau saat semakin pekat. Kualitas udara pun berada di level bahaya.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Hujan Buatan BPPT Heru Widodo mengatakan mulai Jumat (14/3/2014) hingga lima hari ke depan tim TMC BPPT menerbangkan pesawat Hercules dari lapangan udara Halim Perdanakusuma untuk melakukan penyemaian awan di Riau.
Hal ini dilakukan karena Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim Riau, Pekanbaru ditutup mengingat jarak pandang sangat rendah. Setelah Bandara Sultan Syarif normal, pelaksanakan penerbangan kembali ke Pekanbaru.
"Saat ini kita sudah sembilan kali terbang dengan menghabiskan bahan semai 12,9 ton garam," katanya di Jakarta, Jumat (14/3/2014).
Heru mengakui curah hujan yang deras memang belum dimungkinkan terjadi. Namun menurutnya, peluang hujan beberapa hari ke depan semakin membaik. Ia berharap bencana asap di Pekanbaru saat ini segera teratasi.
Kepala Pusat Meteorologi Publik Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Mulyono Prabowo mengungkapkan setelah beberapa hari berselimut asap, pada Jumat (14/3) hingga beberapa hari ke depan Kamis (20/3) potensi hujan pada siang hingga sore hari di Riau meningkat.
"Puncak hujan akan terjadi Minggu (16/3) hingga Selasa (18/3). Diharapkan dalam satu hingga dua hari bisa mengurangi kepekatan asap di Riau," ucapnya. ***


