PEKANBARU - Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho menginstruksikan seluruh ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) agar proaktif turun ke lapangan meninjau persoalan warga. Pendekatan jemput bola ini dinilai penting agar keluhan masyarakat dapat ditangani secara cepat dan tepat sasaran.
Sebagai unsur pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, pengurus lingkungan memiliki kedekatan geografis maupun emosional dengan warga. Hal ini membuat mereka lebih memahami kondisi nyata di wilayah masing-masing.
Kolaborasi dan Fungsi Strategis
Agung menegaskan bahwa RT dan RW tidak boleh sekadar menjadi pajangan birokrasi atau hanya menjalankan fungsi administratif di atas kertas. Mereka memikul peran strategis sebagai jembatan penghubung antara masyarakat dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru.
"RT dan RW diharapkan bisa berkolaborasi dengan pemerintah untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Tentunya dengan RT RW harus turun langsung ke lapangan, ke tengah-tengah masyarakat menjemput persoalan dan membantu masyarakat," tegasnya.
Informasi dan aspirasi yang dihimpun langsung dari lapangan tersebut nantinya akan menjadi bahan pijakan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan langkah serta kebijakan strategis ke depan.
Larangan Menunggu Laporan Formal
Dalam arahannya, Agung juga mewanti-wanti para pengurus lingkungan agar mengubah pola kerja lama yang cenderung pasif. Pelayanan publik menuntut kecepatan respons dari pemangku kepentingan di tingkat dasar.
"Jadi, jangan hanya menunggu laporan. RT dan RW harus hadir di tengah masyarakat, melihat langsung kondisi warga dan membantu mencarikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi," pesannya.
Sinergi yang kuat antara pemerintah, RT, RW, dan masyarakat diyakini mampu membuat upaya perwujudan kesejahteraan warga Pekanbaru berjalan jauh lebih optimal.
Pengukuhan dan Pembekalan Pengurus
Instruksi tersebut disampaikan Agung usai agenda pengukuhan 121 ketua RT, RW, serta pengurus Dasawisma se-Kecamatan Limapuluh yang berlangsung di Hotel Angkasa Garden, Senin (10/8/2026).
Dari total pengurus yang dikukuhkan hari itu, 51 orang di antaranya merupakan ketua RT dan RW yang baru terpilih. Guna menyamakan visi dan ritme kerja, Pemkot Pekanbaru akan mengikutsertakan puluhan pengurus baru tersebut dalam program pembekalan atau retreat bersama perwakilan kecamatan lainnya.
Program pembekalan ini dirancang secara khusus oleh Pemkot Pekanbaru untuk mencapai sejumlah target sasaran, antara lain:
- Menyatukan pemahaman pengurus terkait tugas pokok dan peran strategis mereka di tengah masyarakat.
- Meningkatkan kualitas pelayanan publik langsung kepada warga di tingkat lingkungan.
- Memperkuat sinergi untuk mendukung kelancaran pelaksanaan berbagai program pembangunan daerah.


