SELATPANJANG, GORIAU.COM - Kalau mirip dari segi pembangunan dan kemajuan di Pekanbaru, mungkin masyarakat Selatpanjang patut berbangga hati. Tapi kalau sama dari segi banyak asapnya, masyarakat tentu harus hati-hati pasalnya bisa terserang Infeksi Saluran Pernafasan Akut.
Seperti yang terlihat pada malam hari, Kota Sagu itu ditutupi kabut asap yang sangat tebal. Padahal, pagi hingga sore hari tidak terlihat kabut asap seperti kota-kota lain di Provinsi Riau.
Pantauan GoRiau.com, Sabtu (8/3/2014) malam, semua sudut kota Pekanbaru (Tebing Tinggi, red) dan sekitarnya dipenuhi asap. Banyak pengendara juga mulai terlihat mengenakan masker.
Asap ini baru mulai menghampir Ibukota Kepulauan Meranti sekitar pukul 19.00 WIB, dan semakin tebal seiring dengan semakin larutnya malam.
Padahal, meski dikepung kebakaran hutan dan lahan, Selatpanjang jarang sekali berasap pada siang hari. Hanya saja, beberapa kecamatan lain, seperti Tebing Tinggi Timur, Rangsang, Pulau Merbau, Tasik Putri Puyu, Tebing Tinggi Barat, saat ini mengalami karhutla dan berasap.
Andri, salah satu pengendara ketika ditemui di Jalan Merdeka Selatpanjang mengaku terpaksa keluar malam hari. Menurutnya, kalau tidak ada keperluan (membelikan sesuatu kebutuhan anaknya) Ia tidak akan mau keluar pada malam hari.
"Memang malam hari banyak asap, kebetulan tadi ada perlu makanya keluar," ungkap Andri.
Berdasarkan pantauan GoRiau.com sejak sebulan belakangan, di Kota Selatpanjang, baru sekali adanya pembagian masker di siang hari oleh sekelompok masyarakat yang khawatir akan asap. Dan itu hanya sehari, untuk beberapa hari belakangan ini tidak ada asap pada siang harinya.(zal)


