
PEKANBARU, GORIAU.COM - Satelit Terra dan Aqua dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru, Rabu (23/6/2015) sore, mencatat adanya penurunan titik panas atau hotspot di Riau. Bila pagi tadi terpantau ada 64 titik panas, maka sore ini hanya menyisakan satu titik panas.
Jumlah titik panas Rabu sore terpantau alami penurunan drastis. Hasil pengamatan citra satelit, hanya ada satu titik panas atau hotspot, yakni di kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Padahal pagi tadi, ada 64 titik panas yang menyebar di sembilan kabupaten diantaranya Bengkalis, Dumai, Kampar, Kuansing, Pelalawan, Rohil, Rohul, Siak dan Inhu.
"Selain penurunan titik panas, satelit Terra dan Aqua juga memantau adanya penurunan titik api. Sore ini kita pantau sudah tidak ada lagi," ujar Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pekanbaru, Sugarin, Rabu (23/6/2015) sore.
Penurunan angka titik panas, juga dipengaruhi dari usaha tekhnologi modifikasi cuaca (TMC) oleh tim dari BPPT (Badan Pengkajian Penerapan Tekhnologi), berupa pembuatan hujan buatan. "Kemarin (Selasa,red), penyemaian garam kita lakukan di Pelalawan, Bengkalis dan Rohil. Empat ton garam kita semai dalam sekali sortie (penerbangan,red)," urai Kepala Unit Pelayanan Teknis Hujan Buatan BPPT, Heru Widodo.
Meski diakui, operasi pembuatan hujan buatan di Riau sedikit mengalami kesulitan, lantaran kondisi cuaca Riau secara umum panas dan kering. Namun tim BPPT tetap fokus melakukan penyemaian, khususnya dikawasan prioritas, yakni dibagian Timur provinsi Riau.
"Walau cuaca panas dan kering, peluang keberhasilan hujan buatan masih ada. Banyak awan berpotensi yang sudah kita semai, dan mudah-mudahan bisa segera menghasilkan hujan. Pantauan kita kemarin, sebagian wilayah sempat diguyur hujan intensitas ringan," tutupnya. (had)