PANGKALANKERINCI - Sebanyak 70 petani sangat antusias mengikuti kegiatan pelatihan manajemen budidaya kelapa sawit di Desa Teluk Binjai, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Dikatakan Forum Komunikasi Binjai Mandiri (FKBM), Dedi, pelatihan tersebut dapat mengajarkan para petani melakukan perawatan tanaman dengan efiesien, sehingga mendapat meningkatkan hasil panen.

"Saat ini, petani bekerja tidak ada standar perawatan sehingga terjadi pemborosan, baik pemupukan atau dosis dalam melakukan penyemprotan," ungkapnya.

Dedi menjelaskan, FKMB dapat  menghasilkan produksi 35 hingga 50 ton per bulan. Ia berharap kedepan, produksi dapat lebih meningkat dengan pengelolaan yang lebih terarah sesuai materi yang diberikan pihak Asian Agri dan RAPP.

Community Development (CD) RAPP, Syafri Edi selaku Intergraited Farming System (IFS) mengatakan pelatihan tersebut telah diadakan sejak tahun 2012. Tujuannya, memberikan pengetahuan tentang manajemen kegiatan budidaya kelapa sawit yang efisien dan tepat sasaran.

"Pelatihan ini tidak hanya dilakukan di dalam ruangan saja, tetapi juga praktek lapangan lansung," terangnya.

Dikatakannya, setiap bulan FKBM akan melakukan pemantauan kepada 10 kelompok tani yang mengikuti pelatihan, agar program tersebut bisa berkesinambungan.

"Kita tak hanya memberikan pelatihan dan bibit. Kita juga memantau supaya para petani dapat terus menanam dengan baik," pungkasnya.

Kegiatan ditaja oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) bersama Asian Agri, Tanoto Foundation dan FKBM. Pelatihan yang digelar Kamis (31/3/2016), para petani diberikan bibit jenis topaz sebanyak 20.000 kecambah untuk lahan dengan luas 150 hektare.(***)