PEKANBARU - Pos pelayanan pemeriksaan rapid test Kimia Farma di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Riau, dihentikan sementara. Ini dikarenakan pembukaan pos rapid test tersebut terbukti tidak memiliki izin dari Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru.

Kepala Diskes Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir mengatakan, bahwa penghentian sementara pelayanan rapid test di Bandara ini diputuskan setelah Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 di Provinsi Riau melalui Diskes Provinsi Riau telah melaksanakan rapat bersama Angkasa Pura II, Kimia Farma, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan Diskes Kota Pekanbaru di Kantor Diskes Riau, pada hari ini, Rabu (8/7/2020).

Yang mana, rapat ini guna menindaklanjuti lolosnya pasien positif Covid-19 ke-235, yakni ES (56) dari Riau terbang ke Jakarta karena hasil pemeriksaan rapid test mandirinya di pos Kimia Farma Bandara SSK II pada 5 Juli 2020, menunjukkan hasil nonreaktif. Sementara, pasien tersebut ternyata hasil swabnya positif Covid-19.

"Pelaksanaan pemeriksaan rapid test yang diadakan oleh laboratorium Kimia Farma di Bandara SSK II Pekanbaru untuk sementara dihentikan sampai adanya izin dari Pemerintah Kota Pekanbaru atau Diskes Pekanbaru," kata Mimi di Gedung Daerah Provinsi Riau, Rabu sore.

Mimi pun menekankan, agar masyarakat yang hendak bepergian keluar kota agar melakukan pemeriksaan rapid test di sarana pelayanan kesehatan yang resmi.

"Silakan rapid test di sarana pelayanan kesehatan yang resmi, seperti rumah sakit, laboratorium, dan puskesmas," ujarnya. ***