PEKANBARU - Menjadi kebanggaan orangtua sangat diidam-idamkan semua anak. Hal itu kini dirasakan pembawa baki penurunan bendera merah putih Azzahra Kintan Masayu Indra. Kintan mendapat kepercayaan membawa baki saat penurunan bendera merah putih, dengan Inspektur Upacara Wakil Gubernur Riau Edy Nasution di Kantor Gubernur Riau, Sabtu (17/8/2019) sore.

Cerita anak pertama dari pasangan Indra SSos dan Dian Suryani ST ini kepada GoRiau.com, ternyata saat mendaftar sebagai calon paskibraka (pasukan pengibar bendera pusaka), dirinya tidak memberitahu kedua orangtuanya.

"Saat itu kedua orangtua saya sedang pergi umroh ke tanah suci Makkah. Saya memberanikan diri mendaftar calon paskibra di Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga) Kuantan Singingi, untuk tingkat provinsi dan nasional," kata Kintang anak pertama dari dua bersaudara, Minggu (18/8/2019).

Kintan merupakan pelajar SMAN 1 Teluk Kuantan kelas 2 jurusan IPA dibawah asuhan Kepala Sekolah Saprianto Eldi SPdi. Dirinya bercita-cita bisa melanjutkan pendidikan setelah SMA di Sekolah Tinggi Akutansi Negara (STAN) dan Akademi Kepolisian (Akpol).

"Alhamdulillah saya diterima sebagai paskibraka tingkat Provinsi Riau dan bisa membanggakan kedua orangtua. Ini hadiah yang saya berikan untuk orangtua, ketika mereka pergi umroh," ungkap Kintan yang kelahiran Pekanbaru, 26 Desember 2002.

Dian Suryani ibunda Kintan menceritakan, dirinya kaget ketika anak pertamanya itu diterima sebagai paskibraka Provinsi Riau. Ditambah, sebagai pembawa baki saat penurunan bendera duplikat pusaka merah putih.

"Kintan ini anaknya aktif, dia suka puasa Senin dan Kamis dan juga rajin salat tahajud. Ini rezeki yang allah SWT berikan. Saat pulang umroh menggunakan travel Arminareka, kami baru tahu Kintan lolos paskibraka provinsi. Ini semua rezeki kami usai pulang umroh," ujar ibunda Kintan, yang juga mengajar di SMKN 3 Teluk Kuantan.

Dian yang tidak mengetahui Kintan mendaftar calon paskibraka provinsi dan naaional, mengungkapkan keseharian anaknya yang menjadi teladan bagi adiknya Sassi Kirana Masayu Indra yang duduk di bagku kelas 3 SDN 002 Simpang Tiga, Teluk Kuantan.

"Keseharian Kintan di rumah, suka menolong orangtua, seperti menyapu rumah, cuci piring, menggosok baju, bahkan membantu adiknya mengerjakan tugas sekolah," ucap Dian, dimana Kintan selalu meraih juara pertama dalam berbagai lomba akademis dan non akademis dan selalu juara kelas. Juara gitapati, mayoret, MC, olimpiade saint, dan fashion show favorite.

Kintan yang aktif di OSIS dan PBB di sekolahnya, dikatakan Indra ayahanda Kintan, saat itu anaknya ada keinginan untuk mundur dari paskibraka Provinsi Riau, jika tidak diperbolehkan memakai jilbab saat bertugas sebagai pembawa baki dan tim 8 paskibraka.

"Setiap malam Kintan menangis, sesih dia kalau tidak boleh pakai jilbab aaat tugas. Alhamdulillah Pak Gubernur kita, Pak Syamsuar memperbolehkan memakai jilbab dan semua paskibraka putri mengenakan celana panjang. Karena tahun sebelumnya tidak boleh memakai jilbab," terang Indra yang bekerja sebagai ASN di Satuan Polisi Pamong Praja Kuansing.

Selain Kintan, ada tiga pelajar dari Kabupaten Kuansing yang terkenal dengan pacu jalurnya bertugas sebagai paskibraka Provinsi Riau, yaitu Duta Fourtht Laser (SMAN 1 Teluk Kuantan) dan Elvi Dwi Yanti (SMKN Benai). ***