TEMBILAHAN- Meskipun berada di tengah kota, sebuah sekolah agama yang terletak di Jalan Sederhana, Kecamatan Tembilahan Hulu, Inhil justru minim fasilitas.
Madrasah Ibtidaiyah Nahdatul Ulama itu, hanya memiliki enam kelas dan sebuah ruangan kantor, dan tidak memiliki wc dan perpustakaan.
Ditempati sebanyak lebih kurang 80 murid, MI NU itu memiliki 13 orang tenaga pengajar, yang terdiri dari 10 PNS Kemenag dan tiga lainnya adalah honorer.
Tidak adanya sarana lengkap di sekolah itu, diketahui setelah Kabag Humas Setdakab Inhil, Marlis Syarif berkunjung ke sana, Jumat (27/1/2017) kemarin.
Mantan Camat Kateman itupun berjanji, akan membangun sebuah WC di sekolah itu dengan total anggaran sebesar Rp10 juta.
Dimana, air akan dialirkan dari Puskesmas Sederhana yang berada tepat di samping MI NU tersebut.
Tidak hanya berjanji akan membantu sebuah WC, kedatangan Marlis beserta rombongan ke sana juga membawa banyak oleh-oleh untuk semua murid di sana.
Seperti roti, susu dan lain sebagainya, serta yang terpenting adalah buku untuk menunjang aktifitas belajar para murid yang sebagian besar dari kalangan kurang mampu itu.
''Kunjung seperti ini, Insha Allah akan rutin kami laksanakan, sasaran kami ke sekolah-sekolah yang sarana dan prasarananya masih kurang,'' sebut Marlis.
Ia pun berpesan kepada para murid agar rajin belajar dan tidak cepat putus asa dalam meraih cita-cita.
Baca Juga: Kabag Humas Inhil Bernostalgia ke Tempat yang Sudah 43 Tahun Ditinggalkannya
Sementara itu, Kepala Yayasan, Abdul Rahman mengharapkan dengan adanya bantuan ini dapat menunjang proses belajar dan mengajar di sekolah itu.***#INHIL


