JAKARTA - Sorotan tajam tertuju terhadap Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali maju sebagai bakal calon Wakil Ketua Umum (Waketum) PSSI dalam Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI yang akan berlangsung di Jakarta, 16 Februari 2023 mendatang. Namun, Menpora Amali dengan tenang menjelaskan alasan spesifik soal langkahnya terjun langsung menangani sepakbola nasional.

Hal itu disampaikan Menpora Amali kepada awak media usai menerima Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PP Perbasi) yang melakukan audiensi tentang pelaksanaan FIBA World Cup 2023 di Kantor Kemenpora Senayan, Jakarta, Selasa (17/1/2023).

"Pemerintah sangat serius mengurus olahraga, khususnya sepakbola, sampai-sampai Bapak Presiden Joko Widodo mengeluarkan Inpres Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Sepakbola Nasional, itu artinya kita sungguh-sungguh. Dengan populasi penduduk saat ini lebih dari 275 juta, dirasakan bahwa kita masih tertinggal dengan negara-negara lain terutama Asia Tenggara. Plus dengan keinginan masyarakat kita yang menurut survei memcapai 70-73% sangat menyukai sepakbola dan mendambakan sepakbola kita maju," ucap Menpora Amali.

Menurut Amali, dinamika yang terjadi di dalam organisasi PSSI dinilai pemerintah pusat perlu adanya penanganan serius dan secara khusus, agar tata kelolanya menjadi baik dimana ujungnya memiliki Timnas yang tangguh.
Bahkan, dia menyebut dirinya dan Menteri BUMN Erick Thohir saat berdiskusi dengan Presiden FIFA, Gianni Infantino yang semula membicarakan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U 20 Tahun 2023 menjadi melebar. Yakni, keinginan Gianni Infantino menjadikan Indonesia sebagai salah satu epicentrum sepakbola di Asia.

"Ternyata pembicaraan kami itu nyambung dengan keinginan teman-teman dari Asprov dan Klub. Mereka mengatakan kenapa bapak tidak maju dan masuk ke dalam organisasi, karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak," ucap Menpora yang juga menyebut terus memikirkan dorongan dari para Asprov dan pemilik Klub itu.

Untuk memutuskan maju dalam kontestasi mengingat posisinya masih menjabat sebagai Menpora, ia mengaku sudah terlebih dahulu meminta izin dari Presiden Joko Widodo untuk masuk langsung membenahi serta membangun persepakbolaan nasional atas dorongan dari para Asprov dan pemilik Klub itu.

"Tentu, terlebih dulu saya meminta izin saja kepada Presiden Joko Widodo, dan diizinkan. Tetapi, itu kan belum tentu terpilih dan prosesnya pun masih panjang," ungkapnya.
Ketika ditanyakan tentang tidak sedikit kalangan yang menilai sekaligus menyayangkan dirinya harus ikut tempur dalam perebutan kekuasaan di organisasi PSSI, sehingga terkesan turun kasta, Menpora Amali menjawab, "Jangan dilihat posisi saya yang sekarang ini sebagai Menpora, nanti akan ada pertimbangan jika terpilih, sekarangkan belum. Jika terpilih saya pasti akan lapor Bapak Presiden lagi. Ikuti saja babak-babak selanjutnya."

Masih berkaitan dengan jabatannya saat ini sebagai Menpora, politikus asal Golkar itu mengatakan tidak boleh pakai perasaan. "Mengurusi ini tidak boleh pakai perasaan tentang jabatan saya saat ini, namun yang saya pikirkan bagaimana sepakbola kita ini maju, sehingga dipikiran saya adalah sepakbola Indonesia maju dan saya terpanggil untuk bersama-sama ikut mendorong itu," ucap Menpora Amali.

"Jangan pakai perasaan, jangan baper, ini mengurus olahraga, harus ikhlas. Saya kesampingkan itu semua, namun yang saya lihat adalah sepakbola Indonesia yang memiliki masa depan seperti yang diungkapkan Presiden FIFA beberapa waktu lalu. Begitu saya mengambil langkah ini, semua sudah saya pertimbangkan matang-matang dan jika diikutkan dengan keyakinan, saya sudah Istikharah saat mengambil keputusan, sehingga kehadiran saya di sepakbola secara spesifik, mungkin saja ada kontribusi yang dapat saya berikan," tambahnya.

Ia pun mengatakan bahwa sebenarnya pemerintah sudah memberikan dukungan yang sungguh-sungguh untuk pembinaan serta kemajuan persepakbolaan nasional, mulai dari Presiden hingga para menteri di kabinet.

Bahkan secara umum, dirinya mengatakan olahraga Indonesia sudah memiliki Perpres No. 86 tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang didalamnya terdapat juga sepakbola masuk dalam lingkup sport industry, dimana targetnya jelas, yakni Olimpiade. ***