PEKANBARU - Ribuan masyarakat suku tionghoa di Kota Pekanbaru, Riau memadati ballroom Hotel Furaya Pekanbaru, mengikuti semaraknya puncak perayaan Imlek Bersama 2018, Minggu (18/2/2018).

Perayaan Imlek Bersama 2018 ini merupakan bentuk kekompakan dan kebersamaan masyarakat suku tionghoa Riau, khususnya yang berada di Kota Pekanbaru dalam merayakan dan berbagi kebahagiaan dalam suasana tahun baru Imlek 2569.

Hal itu dikatakan Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau, Peng Suyoto saat berbincang dengan GoRiau.com disela-sela acara puncak perayaan Imlek Bersama 2018.

"Kegiatan ini digelar bersama seluruh organisasi masyarakat suku tionghoa yang ada di Riau, dan kegiatan ini sudah berlangsung sejak belasan tahun lalu. Karena, sebelumnya organisasi atau viahara melaksanakan perayaan imlek masing-masing," ucapnya.

Sementara itu, Plt Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim yang turut hadir dalam acara puncak perayaan Imlek Bersama 2018 menuturkan perayaan imlek menjadi salah satu momen yang ikonik.

"Seperti yang digelar dibeberapa daerah seperti, Bagansiapiapi yang memiliki tradisi bakar tongkang dan juga di Selat Panjang yang memiliki tradisi perang air saat perayaan tahun baru imlek," ujarnya.

Dengan beragam tradisi serta suku, Ia berharap Riau dapat maju bersama tanpa ada perpecahan antar suku, etnis maupun budaya. "Kita harapkan masyarakat Riau selalu kompak menjaga kerukunan, sebab ini merupakan tugas dan tanggungjawab kita bersama," imbuhnya.

Terpisah, Ketua Panitia Imlek Bersama 2018, Widjadi Nauli Basa mengungkapkan, pada tahun ini tercatat ada sekitar 5.000 masyarakat suku tionghoa yang hadir, baik dari Kota Pekanbaru maupun sejumlah daerah di Riau.

"Pada perayaan Imlek Bersama 2018 kali ini, kita menghadirkan artis tionghoa dari ibukota dan juga artis lokal untuk menghibur para tamu undangan. Kita juga menyiapkan lucky draw dan doorprize sepeda motor," pungkasnya.***