TANGERANG – - Direktur PT Riau Petroleum, Prof Husnul Kausarian, PhD memaparkan keberhasilan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan selama tiga tahun terakhir. Penjelasan ini disampaikan di hadapan pengunjung pameran Indonesian Petroleum Association (IPA) Convex 2026 di Gedung ICE BSD, Tangerang, Banten, Jumat (22/5/2026).
Badan Usaha Milik Daerah Riau Petroleum bersama Jakarta Oses Energi mendapat ruang dari Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (Adpmet) untuk menjabarkan tata kelola Participating Interest (PI) 10 persen. Program penyaluran dana sosial tersebut secara khusus difokuskan pada pemberdayaan kelompok masyarakat yang berada di ring wilayah operasi minyak dan gas.
"Riau Petroleum berkomitmen mendukung pembangunan daerah melalui program corporate social responbility. Orientasinya pada pemberdayaan masyarakat. Ada dalam bidang pendidikan dan olahraga, bidang keagamaan, bidang budaya dan pariwisata, bidang UMKM," ujar Husnul Kausarian.
Penetrasi program sosial ini direalisasikan dalam bentuk penyaluran bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa berprestasi dan kurang mampu. Dari segi keagamaan, perusahaan aktif mengucurkan dana untuk pembangunan pondok pesantren dan sarana ibadah masjid.
Perusahaan plat merah tingkat provinsi ini juga memberikan perhatian besar terhadap pelestarian tradisi daerah. Salah satu wujud nyatanya adalah sokongan dana untuk pelaksanaan festival tradisional Kuantan Singingi yang telah dikenal secara internasional.
"Riau Petroleum juga mendukung event pacu jalur yang sudah mendunia. Ini adalah wujud nyata dukungan kita untuk prorgam pariwisata dan kebudayaan di Riau," jelasnya.
Selain pembangunan infrastruktur dan pelestarian budaya, perusahaan turut menghadirkan sentuhan sosial langsung kepada kelompok rentan. Terdapat agenda rutin tahunan yang membawa manfaat riil bagi kalangan anak-anak yang membutuhkan.
"Ini semua kita lakukan dari sasaran dan tujuan yang bisa bermanfaat bagi masyarakat. Kita memiliki program unggulan yaitu belanjo baju rayo besamo 1.000 anak yatim piatu dan dhuafa," urainya. ***


