PEKANBARU – Sejatinya Ade Agus Hartanto adalah anggota DPRD Riau terpilih periode 2024-2029 setelah mendapatkan satu kursi dari PKB, dalam Pileg 2024 lalu.
Namun belakangan, Ia lebih memilih untuk ikut bertarung di ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) November 2024 mendatang. Ia berpasangan dengan Hendrizal.
Lalu, apa yang mendasari langkah politiknya itu, sehingga ia rela melepas kursi di DPRD Riau yang sudah ada dalam genggamannya?
Ketika ditemui Senin (2/9/2024), Ade menuturkan, secara garis besar, ia berniat membenahi Kabupaten Inhu.
"Banyak keluhan masyarakat terkait banyaknya infrastruktur jalan yang rusak, pendidikan yang masih mahal dikarenakan masih banyak oknum-oknum guru dan dinas memonopoli uang seragam sekolah dan jualan buku LKS walau itu sebenarnya sudah ditanggung pemerintah. Begitu pula dengan pelayanan kesehatan yang masih jauh dari kata baik," ujarnya kepada GoRiau.com.
Menurutnya, hal-hal tersebut di atas yang membuat dirinya merasa terpanggil dan akhirnya memutuskan ikut berlaga di Pilkada Inhu.
Edi Agus Hartanto menyadari, keputusannya untuk maju dan berjuang bersama Hendrizal di Pilkada Inhu, mengandung resiko tersendiri.
“Bisa dibilang saya sebenarnya keluar dari zona nyaman karena kan saya meninggalkan kursi anggota DPRD Riau periode 2024-2029, yang sudah saya dapatkan saat Pileg lalu,” ujarnya.
Namun kembali kepada niat tadi, Ade pun tak merasa ragu lagi.
"Kalau tidak ada yang mau turun untuk merubah Inhu kepada yang lebih baik, maka saya akan melakukannya. Karena siapa lagi yang akan memperbaiki kampung halamannya kalau bukan putra-putri daerahnya sendiri. Saya terpanggil untuk membenahi kabupaten Inhu ini,” ujar Ade Agus.
"Saya ingin kabupaten Inhu ke depannya lebih maju secara SDM dan ekonominya. Kalau masyarakatnya tidak disiapkan dari sekarang maka dengan teknologi yang makin maju saya takut masyarakatnya akan tertinggal jauh nantinya," papar Ade Agus.
Saat ditanya bagian apa yang menjadi prioritas untuk dibenahi, Ade tanpa ragu langsung menyebut sektor pendidikan.
“Bila kami diberi amanah, sektor pendidikan adalah yang pertama hendak saya benahi,” tegasnya.
Selain Itu, infrastruktur khususnya jalan, juga menjadi perhatiannya. karena bila diterapkan dengan baik, sarana ini sangat besar manfaatnya untuk mendukung dan meningkatkan perekonomian masyarakat.
Begitu pula dengan sektor kesehatan. “Kami ingin sektor kesehatan juga diperhatikan. Khususnya terkait pelayanan, jangan ada lagi perbedaan pelayanan antara masyarakat ekon ini atas dan bawah.
“Bila hal itu tak mampu saya wujudkan, saya siap disalahkan. Karena kegagalan sebuah sistem pemerintahan bukan terletak pada pelaksananya tapi kepada pemimpinnya.masyarakat berhak meminta saya mundur,” ujarnya lagi. ***


