BOGOR – Presiden RI, Prabowo Subianto memberikan jawaban menohok terhadap keraguan berbagai pihak mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di tengah sorotan kasus keracunan yang muncul, ia menekankan bahwa keberhasilan program ini jauh melampaui kendala teknis yang terjadi di lapangan.
Dalam Taklimat Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026, Prabowo memaparkan data bahwa angka keracunan hanya menyentuh 0,008 persen. Menurutnya, musibah tersebut bisa terjadi di mana saja, bahkan di tempat dengan standar pelayanan tertinggi sekalipun.
"Tidak ada yang menduga kita mampu, bahkan orang-orang hebat meramalkan pasti gagal. Kita makan di restoran mahal di Jakarta saja ada keracunan. Jika melihat statistik, 99,99 persen usaha MBG harus dinyatakan berhasil," tegasnya di Sentul International Convention Center (SICC), Senin (2/2/2026).
Selain urusan pemenuhan gizi, Prabowo membuktikan bahwa MBG adalah mesin penggerak ekonomi baru. Sejak diluncurkan setahun lalu, program ini telah membuka satu juta lapangan kerja melalui operasional dapur di berbagai daerah. Ia mengkritik kelompok yang hanya bisa menghardik tanpa memberikan kontribusi nyata bagi rakyat yang membutuhkan pekerjaan.
"Saya buktikan kepada saudara-saudara, saya telah menghasilkan satu juta lapangan kerja hanya dari MBG. Kita semua paham rakyat butuh pekerjaan, tapi itu tidak akan tercipta kalau kita hanya mencela," ungkapnya.
Saat ini, program telah menjangkau 60 juta penerima manfaat dengan dukungan 22.275 Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG). Angka ini ditargetkan meningkat tajam hingga menyasar 82 juta orang pada Desember 2026.
Ekspansi besar-besaran ini diperkirakan akan menyerap hingga lima juta tenaga kerja di seluruh Indonesia pada akhir masa pencapaian target. Prabowo optimis, kehadiran dapur-dapur operasional hingga ke tingkat desa akan menjadi tulang punggung baru bagi kesejahteraan masyarakat sekaligus perbaikan kualitas sumber daya manusia secara nasional.***


