SELATPANJANG - Satu Polisi Sektor (Polsek) di bawah jajaran Polres Kepulauan Meranti tidak lagi bisa melakukan penyidikan. Kebijakan itu berlaku setelah keluarnya Keputusan Nomor Kep/613/III/2021 tertanggal 23 Maret 2021 oleh Kapolri Jenderal Sigit Listyo Prabowo.

Satu dari lima Polsek yang ada di bawah kendali Polres Kepulauan Meranti tersebut yakni, Polsek Tebingtinggi Barat. Polsek ini menjadi satu dari 20 polsek di Riau yang fungsi penyidikannya dicabut Kapolri. Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan keputusan terkait dengan 1.062 Polsek di seluruh Indonesia tidak bisa melakukan proses penyidikan.

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito SIk mengatakan saat ini terkait teknis menarik kewenangan fungsi penyidikan itu masih dibahas di Bidang Hukum (Bidkum). Secara teknis, dalam mengungkap kasus di wilayah Polsek Tebingtinggi Barat akan bergabung dengan Sat Reskrim atau Sat Narkoba Polres Meranti.

"Masih dibahas di bidkum. Kemungkinan, unit Reskrim Polsek (Polsek Tebingtinggi Barat) nanti digabung dengan Sat Reskrim Polres," ungkap Eko Wimpiyanto, Rabu (31/3/2021).

Ia mengatakan Polsek Tebingtinggi Barat nantinya akan fokus berperan dalam menjadi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Namun tetap harus melek terhadap pelanggaran tindak pidana di wilayahnya.

Kapolsek Tebingtinggi Barat, IPTU AGD Simamora SH MH menyebutkan walaupun fungsi penyidikan ditarik, namun proses penyelidikan dalam penegakan hukum masih bisa dilakukan.

"Untuk penegakan hukum, kita hanya penyelidikan saja," pungkasnya.***