SELATPANJANG – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau menangani belasan kejadian kebakaran dalam setahun.
Kepala Satpol PP dan Damkar Kepulauan Meranti, Tunjiarto melalui Kepala Bidang Damkar, Raja Yusran mengungkapkan bahwa pihaknya telah menangani sebanyak 15 kejadian kebakaran sepanjang tahun 2024 dan satu kebakaran di tahun 2025 ini.
"Dari Januari 2024 hingga Februari ini ada 16 kejadian kebakaran yang kita tangani. Namun lebih banyak ke prosese evakuasi terhadap hewan liar seperti ular, tawon, biawak hingga monyet dan hewan-hewan lainnya yang menimbulkan gangguan terhadap warga," ujar Raja Yusran baru-baru ini.
Diakui Raja Yusran, petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan merupakan garda terdepan menjamin ketentraman dan perlindungan masyarakat dalam menjalankan seluruh aktivitasnya.
"Selain melakukan tugas pemadaman kebakaran, petugas Damkar juga melaksanakan tugas penyelamatan non-kebakaran untuk menangani kejadian-kejadian yang membahayakan manusia," ungkapnya seraya menjelaskan bahwa bentuk tugas pemadaman kebakaran dan penyelamatan ini benar-benar nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Operasi penyelamatan non-kebakaran tersebut terbilang sangat dinamis dan variatif. Mulai dari penyelamatan binatang, seperti pemusnahan sarang tawon, penanganan ular dan hewan liar lainnya," ungkapnya lagi.
Diakui Raya Yusran, saat ini Damkar telah memiliki peralatan yang cukup memadai, mulai dari mobil yang sudah ada dua unit dengan kapasitas masing -masing 3.000 liter, dan selang, hingga mesin ministrike. Hanya saja, jumlah anggota regu piket belum ideal dan petugas yang ada juga belum mendapatkan pelatihan teknis.
"Keseluruhan kita di Damkar ada 25 orang yang dibagi menjadi tiga regu piket. Jadi dalam satu regu itu hanya ada delapan orang. Sementara jika idealnya itu untuk satu mobil itu 12 orang. Sedikit menghambat dalam proses pemadaman saat terjadinya kebakaran yakni objek rumah yang terbakar merupakan semi permanen sehingga api cepat menjalar, dalam rentang waktu 15 menit hingga satu jam biasanya sudah ludes. Proses pemadaman juga terhambat jika lokasinya agak jauh karena sumber air yang hanya satu titik yakni di kolam Telaga Bening," akunya.
Namun demikian, diakui Raja Yusran bahwa sampai saat ini bentuk perhatian Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti kepada Petugas Damkar sangat luar biasa.
"Salah satunya adalah alokasi formasi yang cukup banyak pada penerimaan PPPK kemaren (30 orang) sehingga rekan-rekan di Damkar banyak yang lulus PPPK. Semoga dengan peningkatan status ini kami Damkar Meranti dapat lebih semangat dalam memberikan pelayan kepada masyarakat Meranti," pungkasnya. ***


