
PEKANBARU – PSPS Pekanbaru gagal memanfaatkan laga terakhir tahun 2025 untuk memperbaiki posisi di klasemen Liga 2. Bermain di Stadion Kaharuddin Nasution, Sabtu (27/12/2025) malam, PSPS harus mengakui keunggulan Persikad dengan skor 2-3, hasil yang ditentukan oleh buruknya koordinasi lini belakang tuan rumah pada babak pertama.
Pertandingan ini menjadi laga malam pertama PSPS Pekanbaru setelah menjalani 12 pertandingan sebelumnya pada sore hari. Duel tersebut juga sangat krusial mengingat PSPS berada di peringkat kedelapan dari 10 tim, tepat di bawah Persikad yang menempati posisi ketujuh.
Namun, laga belum berjalan lama, PSPS sudah dikejutkan oleh gol cepat Persikad. Saat pertandingan baru berlangsung tiga menit, serangan balik dari sisi kanan gagal diantisipasi barisan belakang PSPS. Striker asing Persikad, Saydazimov, dengan tenang menaklukkan kiper Muhammad Darmawan dan membawa tim tamu unggul 1-0.
PSPS mencoba merespons melalui tekanan bertubi-tubi. Peluang emas hadir pada menit ke-10 ketika Asir Aziz berhadapan langsung dengan kiper Persikad, Luthfi Mutohar. Namun, peluang tersebut terbuang setelah tendangannya berhasil ditepis.
Tiga menit berselang, crossing Asir kembali menciptakan ancaman, tetapi sundulan Ilham Fato masih mampu dihalau bek Persikad. Dominasi PSPS dalam menyerang tak diimbangi dengan solidnya pertahanan.
Petaka kembali terjadi pada menit ke-17. Kesalahan antisipasi lini belakang PSPS membuat Persikad kembali melancarkan serangan balik cepat. Marselinus Ama Ola memanfaatkan kelengahan tersebut dan menggandakan keunggulan Persikad menjadi 2-0.
Tekanan terhadap PSPS semakin besar ketika pada menit ke-35, kegagalan melakukan transisi bertahan membuat Persikad dengan mudah menembus pertahanan. Hamzah Depa mencetak gol ketiga Persikad setelah memanfaatkan ruang yang ditinggalkan bek PSPS.
Pelatih PSPS Aji Santoso mencoba merespons dengan memasukkan Rafly Selang lebih awal pada menit ke-31, menggantikan Syamsul Rifai. Namun, perubahan tersebut belum mampu menghentikan laju Persikad di babak pertama.
Masalah PSPS semakin bertambah setelah bek tengah Muhammad Rio mengalami cedera dan harus ditarik keluar pada menit ke-41.
Menjelang turun minum, PSPS akhirnya mampu memperkecil ketertinggalan. Pada masa injury time, crossing yang diberikan Asir kepada Ilham Fathoni mampu membuahkan gol lewat sepakan mendatar yang tak mampu dibendung kiper Persikad. Babak pertama pun ditutup dengan skor 1-3.
Memasuki babak kedua yang dimulai pukul 20.04 WIB, PSPS tampil lebih agresif. Serangan banyak dibangun dari sisi kiri dengan mengandalkan kecepatan Asir Asiz. Pola umpan lambung ke arah Asir beberapa kali merepotkan pertahanan Persikad.
Usaha PSPS membuahkan hasil pada menit ke-18 babak kedua. Crossing Asir Aziz mendarat sempurna ke kaki Rafly Selang, yang dengan tenang menaklukkan kiper Persikad. Gol tersebut sempat tertunda karena pengecekan VAR sebelum akhirnya disahkan wasit. Skor berubah menjadi 2-3 dan membuka harapan tuan rumah.
PSPS terus menekan setelah gol tersebut. Perubahan komposisi lini belakang dengan memasangkan Achmad Faris bersama Alfin dan Jimmy Aronggear membuat pertahanan PSPS tampil lebih solid dibandingkan babak pertama.
Sejumlah peluang kembali tercipta, termasuk dari situasi bola mati dan tembakan jarak jauh Rafly Selang. Namun, solidnya pertahanan Persikad, terutama melalui tekel-tekel bersih bek kanan Alif Rizky, membuat PSPS kesulitan menyamakan kedudukan.
Meski mendapat tambahan waktu sembilan menit di masa injury time, PSPS gagal memaksimalkan peluang. Hingga peluit panjang berbunyi, skor tidak berubah.
Sebanyak 7.355 penonton memadati Stadion Kaharuddin Nasution, menyaksikan PSPS Pekanbaru harus menutup tahun dengan kekalahan. Hasil ini kembali menegaskan bahwa rapuhnya lini belakang pada babak pertama menjadi faktor penentu, meski PSPS tampil jauh lebih baik dan menekan pada paruh kedua pertandingan. ***