PEKANBARU - Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) masih terus menurun. Hal ini seiring dengan semakin berkurangnya tingkat permintaan dari negara-negara pengimpor.

Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau, Tengku Neni Mega Ayu mengatakan, bahwa keadaan ini merupakan imbas dari kekhawatiran terhadap perang dagang Amerika Serikat yang turut memangkas permintaan China akan CPO.

"Penyebab anjloknya harga CPO karena tingkat permintaan terus berkurang, sementara produksi dan cadangan minyak sawit kian meningkat," kata Tengku Neni di Pekanbaru, Rabu (25/7/2018).

Ia menyebutkan, kondisi cadangan CPO di Indonesia dan Malaysia tercatat melimpah. Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), simpanan CPO Indonesia di periode Mei ada sebanyak 4,76 juta metrik ton atau melonjak 20 persen jika dibandingkan bulan sebelumnya.

"Ini merupakan jumlah simpanan CPO terbanyak di Indonesia sejak Januari 2016," tuturnya.

Untuk diketahui, periode 25-31 Juli ini, harga CPO terpantau sebesar Rp6.777,48 atau turun dari pekan lalu yang kencapai Rp7.004,40. Begitu juga dengan harga kernel, pekan ini terpantau Rp5.033,03 atau turun tipis dari pekan lalu yang mencapai Rp5.056,64. ***