PEKANBARU - Momentum hari pelanggan nasional (HPN), dimanfaatkan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (Kepri) untuk berdiskusi dengan Ombudsman RI Perwakilan Riau, Rabu (4/9/2019).

Diskusi tersebut, berkaitan dengan apa saja laporan dan keluhan masyarakat terhadap PLN selama ini. Serta target PLN dalam meningkatkan pelayanan.

"Tadi kami berdiskusi bagaimana kondisi pelayanan PLN selama ini. Secara umum, laporan dan keluhan masyarakat kepada PLN itu fluktuaktif, tetapi paling banyak itu tahun 2017 dengan 17 laporan. Tetapi dua tahun ini cenderung menurun, 2019 ini saja hanya ada satu laporan," jelas Ketua Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Riau, Ahmad Fitri kepada GoRiau.com di Pekanbaru.

Menurut Ahmad Fitri, dengan semakin menurunnya keluhan dan laporan masyarakat terkait pelayanan PLN, bisa menjadi indikator semakin meningkatnya kualitas pelayanan yang diberikan PLN kepada masyarakat, khususnya pelanggan PLN. Bahkan PLN ingin meningkatkan pelayanannya hingga ke masyarakat desa di Riau.

"Tadi PLN menargetkan agar tahun depan, desa-desa di Riau sudah dialiri listrik semua. Tahun ini masih 80 persen, 2020 diharapkan bisa 100 persen. Ombudsman sangat mendukung upaya ini," ujarnya.

Selain berdiskusi dengan Ombudsman RI perwakilan Provinsi Riau, PLN juga mengunjungi salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Kota Pekanbaru, yaitu Mal SKA.

"Kami senang PLN mau meluangkan waktunya untuk mendengarkan keluhan pelanggan. Harapan kami ke depannya, PLN lebih optimal dalam melayani kebutuhan masyarakat dan mengurangi intensitas listrik padam," tutur General Manager (GM) Mal SKA Pekanbaru, Agus Salim.

Sementara itu, GM PT PLN Unit Induk Wilayah Riau dan Kepri, M Irwansyah Putra menuturkan, bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mendengar langsung keluhan dan harapan pelanggan terhadap pelayanan PLN.

"Jadi dengan kegiatan ini, diharapkan PLN mampu memperbaiki segala keluhan pelanggan. Sehingga mereka dapat tersenyum puas dengan layanan kami," tutupnya.***