SELATPANJANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti, Riau menggelar Apel gabungan pasca lebaran Idul Fitri 1441 hijriah/2020 masehi. Apel gabungan organisasi perangkat daerah (OPD) di hari pertama masuk kerja pasca lebaran itu dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Kepulauan Meranti, pada Selasa (26/5/2020) sekira pukul 07.30 WIB.

Meski para peserta Apel menggunakan masker dan diminta untuk jaga jarak atau physical maupun social distancing, namun para peserta belum bisa menjaga jarak aman.

Hal itu terlihat dari pantauan, meski telah menggunakan masker namun peserta Apel belum bisa menjaga jarak aman, saat pengisian absen masih terlihat peserta secara gerombolan untuk mengisi daftar hadir tersebut.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi III DPRD Kepulauan Meranti, Dr Hafizan Abas SAg MPd, saat dihubungi GoRiau.com, menegaskan bahwa jangan katakan sesuatu pada orang lain yang dia sendiri tak mampu melakukannya. "Jangan buat aturan kalau kita sendiri tak mampu untuk melakukannya," tegasnya.

Hafizan juga dari awal meyakini bahwa SOP protap atur jarak saat seperti itu tidak yakin bisa diterapkan saat pelaksanaan Apel dilaksanakan.

"Masalah Apel itu, seharusnya beri contoh dong oleh petinggi negeri, bupati maupun wakil bupati bahwa Apel itu seharusnya ikut protap aja. Selagi Covid belum dicabut di Meranti ini sebagai daerah yang berskala sosial itu ya dilakukan atau ditunjukkan dengan masyarakat bahwa peraturan itu berlaku untuk semua orang tanpa terkecuali pemda," ungkapnya.

Menurut Hafizan, Meranti ini bukan hanya butuh imbauan tapi juga butuh yang dipedomani, bukan hanya butuh tuntunan tapi juga butuh pedoman.

"Pedoman itu siapa, ya bupati, wakil bupati, satpol PP, dan petinggi-petinggi negeri. Jangan peraturan hanya berlaku untuk rakyat kecil," urainya.

Hafizan juga mengimbau kepada masyarakat, jika sesuatu yang buruk atau yang tidak baik, siapa pun melakukan baik itu ulama, pemerintah, baik itu bupati, wakil bupati, Satpol PP maupun polisi tidak perlu dijadikan rujukan.

"Jika kita melakukan hal sama yang dilakukan orang tu, riskan dan resikonye pada kita bukan pada orang yang kita contoh. Sayangilah diri kita, InsyaAllah orang lain juga tidak menanggung resiko kalau kita tertib aturan," pungkas Politisi PKB Kepulauan Meranti itu. ***