JAKARTA – Dunia tinju profesional Indonesia marak tatkala Elly Pical menjadi juara dunia kelas bantam Federasi Tinju Internasional (IBF) pada 3 Mei 1985. Disaksikan 12.000 penonton yang memadati Stadion Istora Senayan Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, putra asal Maluku ini mengalahkan petinju Korea Selatan Judo Chun.

Elly Pical mengukir sejarah menjadi petinju Indonesia pertama yang merebut gelar juara dunia. Prestasi yang dicapai putra Maluku ini 12 hari menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Pattimura.

Keberhasilan Elly Pical diikuti  Nico Thomas. Putra kelahiran Ambon, Maluku ini kembali mempersembahkan gelar juara dunia kelas terbang mini versi IBF usai mengalahkan petinju Thailand  Samuth Sithnaruepol di Jakarta, 17 Juni 1989.

Langkah dua putra asal daerah 1.000 pulau ini diikuti Chris Jhon yang merebut gelar juara dunia kelas bulu WBA pada 26 September 2003. Disusul Muhamad Rachman yang menjadi juara kelas terbang mini Asosiasi Tinju Dunia (WBA) pada 14 September 2004. Terakhir, Daud Cino Jordan yang merebut gelar juara dunia kelas Ringan IBO pada 5 Mei 2012.

Menjelang perayaan HUT Kapitan Pattimura yang merupakan pahlawan nasional ke-209, Promotor tinju profesional Nikolas Johan Kilikily SH MH punya rencana menggelar Pattimura Big Fight International 2026. Niko, panggilan karibnya, bukan hanya ingin mengembalikan kejayaan tinju profesional Indonesia tetapi mengingatkan kalangan generasi muda Maluku untuk bisa mengikuti jejak Elly Pical dan Nico Thomas.

“Elly Pical dan Nico Thomas itu telah mengukir sejarah bagi tinju profesional Indonesia. Saya ingin menjadikan HUT Kapitan Pattimura ke-209 bukan hanya mengenang jasa pahlawan nasional kebanggaan masyarakat Maluku tetapi juga mengingatkan generasi muda Maluku agar bisa mengikuti jejak Elly Pical dan Nico Thomas yang sudah mengukir sejarah dan menjadi kebanggaan Indonesia di dunia tinju profesional,” kata Nico saat menerima surat penunjukan sebagai promotor Pattimura Big Fight International 2026 dari Ketua Umum Federasi Tinju Profesional Indonesia (FTPI) Neneng A. Tuty SH yang didampingi Ketua Dewan Pengawas FTPI Drs Yance Rahayaan dan Pembina Promotor Letkol Inf (Purn) G Borlak S.Sos,MM  di Jakarta, Kamis (26/3/2026).

“Saya ingin Pattimura Big Fight Internasional 2026 ini sebagai pemicu lahirnya juara dunia pengganti Elly Pical dan Nico Thomas. Karena, saya yakin petinju Maluku itu mewarisi jika perjuangan Kapitan Pattimura dengan semboyan Lawamena Haulala,” tambah Nico yang juga putra Maluku.

Dengan adanya Pattimura Big Fight International 2026, Nico berharap akan muncul promotor tinju lainnya untuk menggelar pertandingan tinju profesional. “Dulu, tinju profesional Indonesia marak karena kita punya promotor seperti Boy Bolang, Herry “Aseng” Sugiarto, Marten Walewangko, Daniel Bahari, Raja Sapta Oktohari yang telah melahirkan juara dunia,” jelasnya.   

Yance Rahayaan mengungkapkan Pattimura Big Fight International 2026 ini rencananya akan digelar di Jakarta, 29 Mei 2026 yang akan disiarkan langsung TVRI. Menurut Yance, ada empat partai tinju profesional terdiri dari dua partai internasional dan dua partai internasional yang akan digelar tersebut melibatkan petinju asal Maluku yang juga pemilik Maluku Barat Daya Promotion.

“Kita sudah melobi mereka. Mudah-mudahan bisa terealisasi. Yang pasti, dua petinju asal Maluku akan berhadapan dengan petinju dari luar negeri di dua partai utama,” kata Yance, panggilan karibnya yang mengaku sudah koordinasi dengan penata tanding internasional Syarifuddin Lado.

Dua partai internasional akan memperebutkan Sabuk Emas Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Sabut Emas Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos. Dan, dua partai nasional memperebutkan Sabuk Emas Ketua Umum Kerukunan Keluarga Besar Masyarakat Maluku (KKBMM) Jamaludin Koedoeboen SH, MH dan Sabuk Emas Direktur RANS Entartaint Raffi Ahmad.     

Selain tinju profesional, kata Yance, Pattimura Big Fight International 2026 akan menampilkan empat partai tinju amatir yang juga dari Maluku. Mereka akan memperebutkan Piala Pahlawan Nasional Kapitan Pattimura untuk Petinju Terbaik (The Best Boxer), Piala Direktur TVRI Pusat untuk Petinju Harapan, Piala Pelatih Nasional asal Maluku Alm Teddy Van Room yang melahirkan Elly Pical dan Nico Thomas untuk Petinju Favorit, dan Piala Ketua Pertina DKI Jakarta untuk petinju Berbakat. ***