PEKANBARU – Pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program unggulan Presiden RI, Prabowo Subianto, mulai menyasar tingkat pendidikan anak usia dini di Kota Bertuah. Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, melakukan inspeksi mendadak dalam penyaluran perdana di TK Negeri 6 Pekanbaru, Senin (12/1/2026).

Dalam peninjauan tersebut, tercatat sebanyak 106 porsi makanan didistribusikan oleh satuan penyedia SPPG Simpang Baru Bina Widya. Meski disambut antusias oleh para murid, Markarius memberikan catatan serius mengenai konsistensi kualitas makanan yang akan diterima anak-anak setiap harinya.

Ia menekankan bahwa komposisi sayur dan protein tidak boleh dikesampingkan hanya demi mengejar kuantitas distribusi. Saat berinteraksi langsung dengan para siswa, ia terus membujuk anak-anak agar tidak menyisakan sayuran di piring mereka sebagai upaya pemenuhan asupan gizi yang seimbang.

"Harus makan sayur ya, sayur kan bergizi. Jadi anak-anak harus makan sayur," ujarnya di sela-sela memantau meja makan siswa.

Poin utama yang menjadi perhatian adalah komitmen pihak penyedia atau SPPG dalam menjaga standar nutrisi. Markarius mengingatkan bahwa porsi menu harus dikalibrasi sesuai dengan kebutuhan fisik anak usia TK. Ia memperingatkan jangan sampai ada penurunan kualitas bahan baku seiring berjalannya waktu.

"Untuk SPPG agar diperhatikan kualitas menu bagi anak-anak di sekolah setiap harinya. Porsi menu harus sesuai dengan kebutuhan asupan gizi anak," paparnya dengan nada tegas.

Selain kandungan nutrisi, aspek keamanan pangan menjadi sorotan tajam. Markarius menuntut transparansi dalam proses pengolahan di dapur-dapur penyedia. Menurutnya, standar higienis adalah harga mati agar program ini tidak menimbulkan masalah kesehatan baru bagi siswa di kemudian hari.

"Selain itu, dapur SPPG sebagai tempat menyediakan menu MBG harus higienis. Pastikan menu yang tersedia memang layak konsumsi dan diproses dengan cara yang bersih," pungkasnya.

Langkah pengawasan ini dilakukan untuk memastikan bahwa anggaran besar yang digelontorkan pemerintah pusat benar-benar berdampak langsung pada penurunan angka stunting dan peningkatan kecerdasan anak di Pekanbaru, bukan sekadar menjadi proyek seremonial belaka.***