PEKANBARU - Titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera masih terus bermunculan. Hari ini, Senin (23/9/2019), citra satelit Terra/Aqua mendeteksi sebanyak 1.591 hotspot terdeteksi di Pulau Sumatera.

Dari jumlah 1.591 titik panas di bawah level 50 persen tersebut, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi daerah yang paling membara karena terdeteksi 675 titik panas. Lalu, Jambi 505 titik dan Riau masih berada di posisi ketiga penyumbang hotspot sebanyak 256 titik. Kemudian, Lampung 54 titik, Babel 45 titik, Sumatera Barat (Sumbar) 25 titik, Sumatera Utara (Sumut) 15 titik, Kepulauan Riau (Kepri) 15 titik dan Bengkulu satu titik. .

"Hotpsot di Riau terbanyak ketiga dengan 256 titik yang tersebar di sebelas daerah, kecuali Siak. Yaitu Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Bengkalis, Kepulauan Meranti, Kampar, Kota Dumai, Kuantan Singingi (Kuansing), Pelalawan, Rokan Hilir (Rohil), Indragiri Hilir (Inhil) dan Indragiri Hulu (Inhu)," kata Kasi Data san Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Marzuki di Pekanbaru, Senin pagi.

Sedangkan, untuk di level confidence di atas 70 persen, citra satelit mendeteksi Riau menyumbang 172 titik yang diduga sebagai titik api. Yakni Rohil 45 titik, Inhil 40 titik, Inhu 34 titik, Pelalawan 22 titik, Bengkalis 13 titik, Meranti delapan titik, Dumai lima titik, Kampar dan Kuansing masing-masing dua titik, dan Rohul satu titik.

"Rohil paling membara dengan 45 titik. Namun, Inhil juga masih membara dengan 40 titik api. Lalu didekatnya disusul Inhu 34 titik," tukasnya. ***