DUMAI - Banyak petani yang menggarap lahan tidur milik perusahaan diusir oleh pemiliknya, namun kelompok tani Bukit Mekar di kota Dumai malah disupport PT Pertamina RU II Dumai sebagai pemilik kawasan untuk dikembangkan menjadi lokasi Agro Wisata.

Lahan milik PT Pertamina RU II Dumai yang terletak di area komplek perumahaan Bukit Datuk, Kelurahan Bukit Datuk Kecamatan Dumai Selatan tersebut sudah dikelola oleh kelompok tani Bukit Mekar semenjak tahun 2008 yang silam.

Pemanfaatan lahan yang dilakukan kelompok tani Bukit Mekar, dikatakan ketua kelompok tani yang bernama Nasib (46) tidak langsung seperti yang diharapkan, dikarena kawasan tersebut merupakan bukit berpasir.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/22062019/2jpg-8188.jpgGM Pertamina RU II Dumai, Nandang Kurnaedi bersama rombongan saat menabur bibit ikan lele di kolam kelompok tani Bukit Mekar.

Ads
Kondisi tersebut membuat banyak para petani dan anggota kelompok tersebut tidak mendapatkan hasil yang diharapkan sehingga menjadi patah arang dan meninggalkan tanah PT Pertamina RU II untuk beralih lahan dan mencari profesi lainnya.

Melihat kondisi tersebut, pria lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tersebut terus memutarkan pikiran dan mencari inovasi agar tanaman dapat tumbuh dan subur seperti yang diinginkan oleh dirinya dan beberapa orang rekan-rekannya yang masih bertahan.

Dikatakannya kepada GoRiau.com, tahun demi tahun dirinya terus mencari solusi, hingga cara pertanian hidroponik membuat lahan tersebut tidak gersang seperti yang dipikirkan oleh sahabat-sahabatnya yang telah putus asa.

"Alhamdulillah, hasil pertanian saat ini bisa membangkitkan ekonomi anggota kelompok tani Bukit Mekar," kata Nasib, Kamis (20/6/2019).

https://www.goriau.com/assets/imgbank/22062019/3jpg-8189.jpgWalikota Dumai Zulkifli AS dan GM PT Pertamina RU II Dumai Nandang Kurnaedi tengah berbincang untuk pengembangan lahan yang dikelola kelompok tani Bukit Mekar menjadi kawasan agro wisata yang terletak di Kelurahan Bukit Datuk, Kecamatan Dumai Selatan, Kota Dumai, Riau.

Pertanian hidroponik sendiri, disebutkannya sangat membantu anggota kelompoknya yang mayoritas yang telah lanjut usia, dikarenakan pelaksanaan dalam bercocok tanam tersebut tidak membutuhkan tenaga yang berat.

Keberhasilan yang diperoleh kelompok tani Bukit Mekar tersebut, membuat PT Pertamina RU II Dumai menggaet kelompok tersebut menjadi kelompok tani binaan, sehingga berbagai bantuan dikucurkan untuk mengembang potensi di lahan yang tidak berapa jauh dari lapangan Golf Putri Tujuh itu.

"Tidak hanya pembangunan fasilitas dan juga alat-alat pertanian yang diberikan, dosen dari berbagai perguruan tinggi seperti dari Universitas Gajah Mada diturunkan oleh Pertamina ke Dumai untuk melatih kita dibidang pertanian dan budidaya ikan," katanya.

Kevin Kurnia Gemilang, Junior Officer CSR PT Pertamina RU II Dumai mengatakan, pihaknya telah membantu kelompok tani Bukit Mekar semenjak tahun 2016 yang lalu dengan anggaran program tanggung jawab sosial perusahaannya.

Kontribusi terhadap pembangunan yang berkelanjutan dengan memberikan manfaat ekonomi, sosial dan lingkungan terhadap kelompok tani tersebut, Kevin menjelaskan pihaknya mengarahkan kelompok tani Bukit Mekar mengelola lahan tersebut terkonsep pertanian perikanan yang terintegrasi.

https://www.goriau.com/assets/imgbank/22062019/4jpg-8186.jpgKawasan kelompok tani Bukit Mekar yang berada di lahan seluas 18 hektare milik PT Pertamina RU II Dumai.

"Dengan konsep tersebut kita memberikan bantuan budidaya lele, dimana air kolam ikan yang memiliki unsur hara yang bagus dan bisa dimanfaatkan sebagai pengairan dan penyiraman tanaman yang dilakukan dengan alat modern portable yang dibuat oleh inovasi petani sendiri," kata Kevin kepada GoRiau.com.

Selain kolam ikan, Pertamina juga membuat embung sebagai cadangan air kawasan tersebut, serta bisa dimanfaatkan untuk sumber air dalam pencegahaan kebakaran hutan dan lahan.

Dikatakannya kembali, embung tersebut juga dimanfaatkan sebagai kolam pancing yang bisa meningkatkan ekonomi kelompok tani binaan tersebut.

"Harapan kita kedepan, area seluas 18 hektare tersebut menjadi area agro wisata hortikultur, dimana masyarakat bisa belajar cara menanam tanaman, dan juga pengunjung bisa membeli serta memetik hasil panen ditempat," katanya.

Pengembangan potensi kawasan pinjam pakai tersebut ditanggapi positif oleh Pemerintah Kota Dumai, dimana Lurah Dumai Selatan, Ismaini menyebutkan bisa membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat terkhusus bagi yang tinggal disekitar lokasi.

"Selain anggota yang kebanyakan berusia lansia dapat kembali menghasilkan ekonomi untuk keluarganya, dengan adanya pengembangan kawasan menjadi Agro Wisata, tentunya kedepan banyak generasi muda yang bisa belajar serta bisa menghasilkan pundi ekonomi dikawasan yang dikelola kelompok tani Bukit Mekar ini," kata Ismaini.

Pada Kamis (11/4/2019) yang lalu, Walikota Dumai, Zulkifli AS dan General Manager PT Pertamina RU II Dumai, Nandang Kurnaedi melakukan panen sayuran bersama dengan kelompok tani Bukit Mekar dikawasan yang tengah dikembangkan menjadi agro wisata.

Selain itu, lokasi yang tengah digarap oleh Nasib dan kawan-kawan sering dikunjungi oleh anak-anak yang tengah sekolah di Pendidikan Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak serta kelompok siswa yang ingin mengetahui cara bercocok tanam. ***