BAGANSIAPIAPI - Hingga Kamis (10/10/2019), peristiwa kebakaran di Jalan Sumatera, Gang Sumatera Laut, RT 18 RW 05,  Bagan Barat Bagansiapiapi Rokan Hilir, Riau masih hangat dibicarakan warga. Apalagi, peristiwa itu menyebabkan tewasnya Lie Ciu Guat (47) IRT bersama anaknya Wiliam Wijaya (13), pelajar kelas 3 SMP Perguruan Wahidin Bagansiapiapi.

Misteri itu berawal dari informasi saat api membara dari kediaman Lie Cui Guat (47), warga melihat LK alias MN (50) suami korban keluar dari pintu meninggalkan rumah (TKP) lalu dikejar warga. Dan warga pun berhasil mengepung serta menangkap dan diserahkan ke personil Polsek Bangko.

Hingga Kamis (10/10/2019), Tim Reskrim Polsek Bangko masih memeriksa LK alias MN (50). Selain polisi juga mengamankan beberapa peralatan seperti bekas pemasak listrik, satu kerangka honda Kharisma dan 1 unit barbel guna penyelidikan pihak kepolisian.

Selain itu, petugas juga tengah meminta keterangan 2 orang saksi karena ketika terjadinya kebakaran saksi konon melihat LK alias MN keluar dan menutup pintu kemudian lari melalui Jalan H Jahya dan berhasil ditangkap warga dan diserahkan ke polisi yang sedang patroli Rabu (9/10/2019) dini hari tersebut.

Adapun rumah yang musnah dilalap jago merah Rabu (9/10/2019) pukul 01.30 Wib dini hari itu masing-masing milik Xing A, Di Kau, Saki, O Bing, Lie Ciu Guat (tewas terbakar), rumah ibadah (Kun To), Lin Tian In, Cuan A, Hok A, Singapote, Kam Ving, A Piau dan Pekong Hian Din Thua, seperti dituturkan Edi Yustin, Ketua RT 18 Bagan Barat.

Seperti diberitakan sebelumnya, polisi mengamankan satu orang warga pasca kebakaran yang menghanguskan 13 rumah dan menyebabkan 2 orang tewas pada kebakaran yang terjadi di Jalan Sumatera gang Sumatera Laut, RT 18 RW 05, Kelurahan Bagan Barat, Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, Rabu (9/10/2019) jam 01.00 WIB dini hari tadi.

Kapolres Rohil AKBP Muhammad Mustofa SIk MH melalui Kapolsek Bangko Kompol Sasli Rais SH, Rabu (9/10/2019) pagi mengatakan pihaknya mengamankan seorang lelaki, suami dari Gu An (50) untuk dimintai keteranganya.

Sementara itu, Ketua RT 18 RW 05, Kelurahan Bagan Barat, Edi Yustin saat dimintai komentarnya di lokasi menyebutkan, sebagai Ketua RT pihaknya belum mengenal keluarga Gu An ini. ''Saya dan warga di sini tak begitu kenal mereka, kurang bergaul, belum ada surat pindah. Keluarga ini dari Panipahan,'' ungkap Edi Yustin.

Data dirangkum dari berbagai sumber menyebutkan keluarga Gu An IRT ini sering cek cok (ribut) sehingga korban kebakaran menduga sebelum kebakaran diduga kuat penghuni rumah tersebut kembali cekcok. ''Kita curiga cekcok lagi, semoga polisi dapat mengungkap misteri ini,'' ucap warga.

Seperti diberitakan sebelumnya, sedikitnya 13 rumah hangus dan 2 orang tewas pada kebakaran yang terjadi di Jalan Sumatera gang Sumatera Laut, RT 18 RW 05, Kelurahan Bagan Barat, Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, Rabu (9/10/2019) jam 01.00 WIB dini hari tadi.

Selain itu, tiga rumah terpaksa dirobohkan agar api tidak menjalar ke bangunan lainnya yang ada di sekitar lokasi kebakaran. Selain pihak pemadam, masyarakat juga ikut membantu petugas termasuk pihak kepolisian yang dipimpin Kapolsek Bangko Kompol Sasli Rais SH.

Proses pemadaman berjalan cukup lama, dan api baru bisa dipatamkan setelah 6 jam kejadian. ''Kita mengidentifikasi ada dua orang ditemukan meninggal di lokasi,'' ujar Kapolres Rohil AKBP Muhammad Mustofa SIk MH melalui Kapolsek Bangko Kompol Sasli Rais SH Rabu (9/10/2019) pagi.

Saat ini, lokasi sudah dipasang policeline oleh Tim Reskrim Polsek Bangko. Polisi juga melakukan olah TKP. Dua 2 jasad hangus terbakar tersebut adalah nama Gu An (50) IRT dan kerangka seorang anak lelaki betusia 13 tahun. ***