SELATPANJANG, GORIAU.COM - Pengurus Cabang Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Kepulauan Meranti, mengaku kekurangan sarana latihan. Untuk itu, mereka khawatir tidak akan bisa memberikan yang terbaik bagi kabupaten termuda di Riau pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Riau ke 8 di Indragiri Hulu September mendatang.
Demikian disampaikan Ketua Umum FPTI Kepulauan Meranti, Hardiyanto, ditemui wartawan di sekretariatnya Jalan Banglas, Selatpanjang, Minggu (23/3/2014) sore. Hardiayanto mengaku fasilitas untuk latihan sangat minim. Ia khawatir tak bisa memberikan yang terbaik atas nama daerah jika atlit-atlit panjat tebing itu masih tetap kekurangan sarana.
"Sudahlah wall (papan panjat) sebagai media latihan rusak seperti ini, ditambah lagi atlit kita belum mendapatkan biaya untuk Training Center (TC) untuk Porprov mendatang," kata Hardiyanto.
Lebih jauh Lelaki yang akrab disapa Anto Tuah itu, menjelaskan, ia dibantu para atlit telah membangun sebuah wall dengan tinggi lebih kurang 8 meter secara swadaya.
"Namun karena kita menggunakan papan triplek usianya tidak lama, sekarang sudah hancur semua. Atlit-atlit kita sudah tidak ada media latihan lagi," ujarnya.
Ia mengaku sekitar dua bulan lalu, pihak Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Kepulauan Meranti sudah datang melihat langsung kondisi papan panjat yang saat itu dalam kondisi hampir rubuh tapi masih bisa digunakan untuk latihan.
"Saat itu baik dari Disparpora maupun Koni sama-sama berjanji mau membantu tapi sampai hari ini sudah hampir dua bulan belum ada kabar," tukasnya.
Salah seorang atlit putri FPTI Kepulauan Meranti yang berhasil masuk PON tahun lalu, Nia, juga mengatakan minimnya perhatian maupun media latihan para atlit panjat di Meranti patut dikhawatirkan.
"Bagaimana kita mau latihan maksimal, kalau media utama untuk panjat itu kita tidak ada. Kami dari atlit Meranti sangat mengharapkan perhatian dari pihak-pihak terkait," ungkapnya.***

