PEKANBARU – Museum Sang Nila Utama Riau mencatat capaian positif dengan total kunjungan mencapai 15.331 orang sepanjang tahun 2025. Angka ini menunjukkan tren peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencatat 13.748 pengunjung.

Kepala UPT Museum Sang Nila Utama Riau, Tengku Leni Rahayu mengatakan, daya tarik museum kini menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Pengunjung tidak hanya datang dari kalangan akademisi, tetapi juga wisatawan mancanegara.

"Sepanjang tahun 2025, jumlah total pengunjung tercatat sebanyak 15.331 orang. Pengunjung tersebut berasal dari berbagai latar belakang, yang terdiri atas pelajar, mahasiswa, masyarakat umum, dan wisatawan asing," ujar Tengku Leni, Rabu (4/2/2026).

Berdasarkan catatan bulanan, Januari 2025 mengawali tahun dengan 1.032 kunjungan yang didominasi oleh pelajar. Angka ini melonjak tajam pada Februari 2025 hingga mencapai 3.188 orang, yang menjadi salah satu rekor kunjungan tertinggi sepanjang tahun.

"Lonjakan kunjungan Januari ke Februari tersebut sebagian besar disumbang oleh kunjungan pelajar yang mencapai 2.804 orang, seiring dengan tingginya aktivitas kunjungan rombongan sekolah," jelasnya.

Meskipun sempat mengalami penurunan drastis pada Maret dengan 141 orang, jumlah pengunjung perlahan pulih pada April dengan 579 orang dan Mei sebanyak 586 orang. Pada periode ini, komposisi pengunjung mulai berimbang antara pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum.

Tren fluktuatif kembali terlihat saat memasuki pertengahan tahun. Pada Juni, kunjungan menurun ke angka 231 orang akibat masa libur akademik, namun kembali merangkak naik pada Juli dengan 334 orang dan Agustus mencapai 667 orang.

"Tren positif kembali berlanjut pada September dengan 1.843 pengunjung, yang didominasi pelajar seiring mulainya aktivitas sekolah. Peningkatan berlanjut pada Oktober sebanyak 2.282 orang dan puncaknya pada November 2025 dengan 2.342 kunjungan," tuturnya.

Memasuki akhir tahun pada Desember 2025, angka kunjungan sedikit melandai ke 2.106 orang. Meski demikian, kontribusi dari wisatawan asing dan masyarakat umum pada bulan terakhir tersebut tetap tergolong tinggi.

Secara keseluruhan, peningkatan jumlah pengunjung ini menjadi sinyal positif bagi pelestarian budaya dan sejarah di Riau. Tengku Leni optimis museum akan terus menjadi sarana edukasi yang efektif bagi generasi muda di masa mendatang. ***