TEMBILAHAN- Meskipun bukan sebuah sekolah berlatar belakang agama, namun SMK An-Nur yang terletak di Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman, Inhil, Riau telah menerapkan pelajaran-pelajaran yang berbasis agama kepada para siswa.
Setelah mengikuti mata pelajaran seperti biasa, para siswa akan melanjutkan dengan kegiatan membaca Al-Qur'an bersama dan pengajian yang diisi oleh guru agama.
Kepala Sekolah SMK yang juga dikenal dengan nama SMK Ankasa itu, Dani Sartika MM kepada GoRiau.com, Senin (8/8/2016) menjelaskan bahwa salah satu cita-cita dari sekolah yang dipimpinnya adalah menjadikan sekolah berbasis pesantren.
''Kita di sini mulai belajar pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB, kemudian setelah itu dilanjutkan dengan kegiatan keagamaan,'' ujarnya.
Tidak hanya saat jam sekolah, setiap kamis malam pun, dikatakannya para siswa diajak melakukan pengajian bersama.
''Mudah-mudahan program ini bisa berjalan, karena saat ini jam pelajaran agama masih minim,dan harapan dari program ini bisa menambah ilmu agama yang masih kurang,'' tambah pemimpin sekolah yang terletak jauh di pesisir Inhil ini.
Kegiatan ini, dikatakannya bukan hanya di bidang agama saja, tapi juga kegiatan olahraga sesuai dengan bakat para siswa.
''Mudah-mudahan, dengan niat tulus dari guru untuk menjadikan sekolah berbasis pesantren tercapai,'' tukas Dani Sartika.
Untuk diketahui, SMK ini, menerapkan jam belajar sehari penuh adalah untuk menerapkan sikap disiplin kepada para siswa.
Pada hari Senin dan Jum'at, pelajaran tambahan adalah agama, Rabu pengembangan bakat, Selasa mendalami bacaan Al-Qur'an dan Kamis kegiatan pramuka.(*/ayu)


