TELUKKUANTAN – Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, pecahkan rekor baru dalam hal capaian realisasi investasi. Pada kuartal II-2022, nilai investasi di Kuansing sudah mencapai Rp1,5 triliun.

Menurut Mardansyah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP Naker), capaian realisasi kuartal II-2022 merupakan tertinggi dalam satu dekade terakhir.

"Realisasi investasi meroket, setelah dalam dua tahun terakhir sempat down. Peningkatan investasi masih bergerak pada sektor primer," ujar Mardansyah kepada GoRiau.com, Rabu (3/8/2022) pagi di Telukkuantan.

Dalam pergerakan nilai investasi, penanam modal dalam negeri (PMDN) lebih mendominasi, dengan nilai mencapai Rp1,37 triliun lebih. Sedangkan penanam modal asing (PMA) melakukan investasi sebesar Rp221,2 miliar lebih.

Dikatakan Mardansyah, Pemkab Kuansing pada tahun 2022 dibebankan target investasi lebih besar jika dibanding pada tahun 2021. Targetnya adalah Rp600 miliar. Dengan capaian kuartal II ini, target tersebut sudah terlampaui.

"Alhamdulillah, iklim investasi di Kuansing semakin membaik. Kita berharap, ini berbanding lurus dengan penyerapan tenaga kerja," ujar Mardansyah.

Untuk diketahui, dalam lima tahun terakhir, iklim investasi di Kuansing mengalami pasang surut. Pada tahun 2017, capaian investasi hanya Rp33,9 miliar. Kemudian, pada tahun 2018, angka melejit mencapai Rp822,1 miliar.

Tahun 2019, saat Covid-19 menghantam, capaian realisasi investasi di Kuansing hanya mencapai Rp126,9 miliar. Pada tahun 2020, investasi terealisasi sebesar Rp227,8 miliar. Iklim investasi mulai bangkit pada tahun 2021, dengan realisasi sebesar Rp628,1 miliar.***