PEKANBARU - Raut kebanggaan terpancar dari Menteri Sosial Republik Indonesia, Syaifullah Yusuf saat menyaksikan langsung penampilan siswa Sekolah Rakyat di Sentra Abiseka, Rumbai, Kota Pekanbaru, Minggu (14/6/2026). Anak-anak marjinal yang sebelumnya nyaris kehilangan masa depan akibat kemiskinan ekstrem, kini mampu menunjukkan potensi dan rasa percaya diri yang tinggi di atas panggung.
Transformasi mental dan fisik peserta didik dari SRMP 3 Pekanbaru dan SRMA 31 Pekanbaru tersebut merupakan hasil dari pendekatan belajar yang humanis. Menteri Sosial menginstruksikan seluruh tenaga pendidik untuk selalu mengedepankan empati dan kasih sayang selama mengajar.
"Melalui pemantauan kami selama 11 bulan proses pembelajaran berlangsung di kelas, perkembangannya sangat luar biasa dan menunjukkan banyak perubahan perilaku yang positif. Anak-anak didik kini tampil jauh lebih percaya diri, lebih disiplin, kondisi fisiknya lebih sehat, dan yang terpenting mereka memiliki daya juang serta semangat yang jauh lebih besar untuk mengejar cita-citanya," urai Syaifullah Yusuf.
Program yang digagas untuk menyasar anak-anak rentan secara sosial dan ekonomi ini tidak sekadar mengejar target akademis. Pendekatan hati nurani dari kepala sekolah hingga guru menjadi kunci keberhasilan dalam memulihkan semangat belajar anak yang sempat terputus.
"Program Sekolah Rakyat ini memang digagas langsung oleh Presiden untuk menampung anak-anak dari keluarga dengan kondisi paling rentan, baik secara sosial maupun ekonomi," tambahnya.
Dengan metode pendidikan yang ramah anak, para siswa diharapkan tidak hanya kembali mendapatkan hak belajar, namun juga memiliki kesiapan mental untuk memutus rantai kemiskinan di keluarga mereka masing-masing melalui jalur pendidikan yang layak. ***


