TELUKKUANTAN – Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau mulai menjajaki penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mengotomatisasi evaluasi kinerja birokrasi guna meningkatkan objektivitas dan kecepatan pelayanan publik.
Demikian disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kuansing Hendra Roza melalui Sekretarisnya Sujarwadi, Senin (4/5/2026) pagi di Telukkuantan.
"Beberapa waktu lalu kami telah mengikuti sosialisasi penggunaan AI dalam evaluasi SAKIP. Kegiatan itu ditaja oleh Kemenpan RB," kata Sujarwadi didampingi Mauris Ramadian.
Dikatakannya, penggunaan AI dalam evaluasi SAKIP diharapkan dapat mengubah proses penilaian kinerja dari metode administratif manual menjadi sistem berbasis data yang lebih akurat.
"Pemanfaatan AI mendorong evaluasi kinerja yang lebih cepat, objektif, dan akurat," ujar Sujarwadi. Teknologi ini akan memperkuat akuntabilitas sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat.
Dalam implementasinya, lanjut Sujarwadi, teknologi ini melibatkan kolaborasi lintas sektoral di lingkungan Pemkab Kuansing. Bappedalitbang fokus pada perencanaan dan evaluasi kinerja, Diskominfoss bertanggung jawab atas infrastruktur informatika dan data. Kemudian, Inspektorat memastikan pengawasan dan kepatuhan sistem dan Bagian Organisasi Setda mengatur tata laksana birokrasi.
Sujarwadi menegaskan bahwa adopsi AI ini bertujuan agar SAKIP tidak lagi sekadar menjadi beban administratif tahunan. Fokus utama tetap pada hasil akhir yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
"SAKIP yang kita bangun harus berorientasi pada hasil dan memberikan manfaat nyata. Tentunya, kita siap beradaptasi," tutupnya.***


