SURABAYA - Seorang ibu rumah tangga -sebut saja namanya Karin- punya siasat jitu demi melancarkan proses perceraiannya. Perempuan berusia 32 tahun itu mengarang cerita agar bisa segera menjanda.

Jurus Karin sepertinya bakal mangkus. Karin meyakini majelis hakim bakal mengabulkan keinginannya bercerai dari Donwori -bukan nama sebenarnya- yang usianya lima tahun lebih muda.

Karin ngebet bercerai karena sudah punya pria idaman lain (PIL). Upaya Karin menggugat cerai sempat kandas karena Donwori terus menolak.

Akhirnya Karin putar otak untuk menguatkan gugatannya. Dia mengaku tak dinafkahi lagi oleh Donwori.

Meski alasan itu tak sepenuhnya valid, tetapi masih masuk akal. Donwori yang berprofesi sebagai PNS memang jarang memberikan jatah bulanan untuk Karin pribadi.

Donwori punya alasan. Pertama karena Karin memang anak pengusaha tajir.

Selain itu, Karin yang sudah menjadi istri Donwori juga masih menerima jatah dari orang tuanya. Jadi tanpa jatah bulanan dari Donwori pun Karin sudah tercukupi, apalagi statusnya adalah wanita karier.

“Tanpa dikasih pun, aku sudah bisa semuanya. Jadi, dikasih uang atau tidak sama dia ya gak begitu berpengaruh,” kata Karin di kantor pengacara dekat Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Surabaya, Selasa pekan lalu (23/7).

Pernikahan Karin dengan Donwori memang karena dijodohkan. Namun, bukan berarti pernikahan itu paksaan karena Karin begitu berumah tangga merasa tak masalah dengan Donwori.

Karin mengaku senang-senang saja dinikahkan dengan Donwori. Hanya saja, kini Karin merasa sudah tak mencintai Donwori yang telah memberinya dua anak.

Perempuan berkacamata itu menambahkan, gaji Donwori habis untuk membiayai sekolah kedua anaknya. Anak-anak Karin memang disekolahkan di lembaga pendidikan yang terkenal mahal.

Belum lagi kedua anak Karin dan Donwori juga punya kebutuhan lain untuk menunjang pendidikan mereka. Semua dicukupi menggunakan gaji Donwori.

Karena itu sisa gaji Donwori tak banyak. Karin tahu penghasilan Donwori sebagai amtenar.

Karin mengatakan, sejak awal menikah dirinya memang tak pernah menuntut apa-apa. Ia tahu kemampuan Donwori dari segi finansial.

Meski demikian Karin masih sesekali menerima jatah dari Donwori meski tak seberapa. Meskipun jatah dari Donwori tidak rutin setiap bulan, tetap cukup untuk membiayai Karin ‘ngopi-ngopi cantik’ di pusat perbelanjaan.

Karena itu Karin tak mau menggunakan alasan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dalam gugatan cerainya. Sebab, Donwori bukanlah tipe pria seperti itu.


“Kalau pakai alasan KDRT terlalu mustahil. Dia orangnya gak aneh-aneh. Menuduh dia selingkuh sama aja aku cari mati sendiri. Jadi, cari alasan yang nampak di depan mata saja,” tutul warga Darmo Indah, Surabaya itu.

Agar urusan cerai makin lancar, Karin menyerahkannya kepada pengacara. Kali ini Karin yakin Donwori tak akan bisa mempertahankan pernikahannya.***