PEKANBARU - Puluhan massa dari Aliansi Mahasiswa Masyarakat dan Pemuda Riau, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, Senin (22/6/2016) siang. Mereka menuntut agar lembaga hukum memproses 'penguasa' Provinsi Riau, Arsyadjuliandi Rachman dan keluarganya atas dugaan KKN.

Alasannya, Arsyadjuliandi Rachman selaku Plt Gubri bersama keluarganya yang dikenal dengan trio Rachman ini, dinilai pendemo terlibat berbagai dugaan kasus korupsi dan monopoli proyek besar di Riau. Bahkan massa mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun tangan menangani kasus itu.

"Kami minta KPK agar segera memproses indikasi dugaan KKN dan monopoli proyek serta praktek ilegal di SKPD Pemprov Riau. Kami juga meminta pimpinan DPRD Riau untuk menggunakan hak interplasi agar segera memanggil Plt Gubri Andi Rachman," teriak koordinator lapangan, Erlangga.

Melalui pengeras suara, Erlangga mengatakan, kasus-kasus itu diantaranya dugaan praktek KKN kepada Pokja unit layanan pengadaan (ULP) dengan Kasubag ULP, terhadap pihak perusahaan pemenang tender, yang terindikasi dugaan korupsi dan diduga telah merugikan negara Rp300 miliar, dari APBD Riau senilai Rp2 triliun.

"Kami minta Kejaksaan Agung, KPK, dan Mabes Polri untuk mengusut kasus tersebut. Kami ingin menyuarakan kebenaran. Kenapa kasus tersebut tidak ada kejelasannya oleh lembaga penegak hukum," teriak lantang Erlangga melalui pengeras suara, Senin siang.

Menariknya pada unjuk rasa itu, adalah kemunculan belasan orang diduga dari Pemuda Pancasila (PP), yang mengawal proses demonstrasi tersebut. "Kita menyuarakan dugaan KKN, abang-abang dari Ormas PP ini mengawal, bahkan tadi sempat mengejar-ngejar dan menghadang kami. Kami tegaskan, kami tidak takut," sindir Erlangga.

Bahkan Erlangga membeberkan, pihaknya sempat menerima teror dan ancaman dari orang tak dikenal terkait unjuk rasa itu. "Ini sudah delapan kali kami berdemo. Selama itu kami diancam dan diteror. Bahkan sudah dilaporkan ke Mapolresta Pekanbaru. Ini namanya mengkriminalisasikan mahasiswa," ungkapnya.

"Sebab itu, kami minta Polresta Pekanbaru dan Polda Riau menghentikan pemeriksaan terhadap laporan dari pihak-pihak tersebut terhadap kami mahasiswa. Tugas kami adalah menyuarakan berbagai permasalahan di negeri kami, termasuk dugaan KKN yang melibatkan Plt Gubri," tukasnya.

Pantauan GoRiau.com, unjuk rasa ini dikawal oleh puluhan aparat berseragam. Pendemo juga tampak membawa berbagai macam spanduk tuntutan. Berjarak beberapa belas meter, terlihat anggota diduga oknum Pemuda Pancasila berjaga-jaga. ***