SIAK – Mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Riau (FKp Unri) yang melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) di Kelurahan Kampung Rempak, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, Riau, menggelar Penyuluhan Pertolongan Pertama pada Gigitan Hewan Berbisa, pada Jumat (3/11/2023) lalu.

GoRiau Penyerahan poster sebagai kena
Penyerahan poster sebagai kenang-kenangan dari mahasiswa KKN FKp Unri kepada pihak SMAN 1 Siak. (Ist)

Kegiatan yang digelar mahasiswa FKp Unri bekerja sama dengan tim dari Puskesmas Siak tersebut dilaksanakan di aula Tengku Buwang Asmara Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Siak.

Kegiatan yang diikuti majelis guru dan seluruh siswa SMAN 1 Siak dari kelas X hingga kelas XII itu berjalan lancar.

Narasumber pada kegiatan tersebut adalah drg Siti Rofiah dan Puskesmas Siak, Bagian Kesiswaan SMAN 1 Siak Misriyanto, SPd serta mahasiswa KKN FKp Unri Intan Arini dan Adany Sultanal Hisyam.

Dokter Gigi Siti Rofiah mengharapkan kegiatan ini bisa menambah wawasan siswa tentang pertolongan pertama pada gigitan hewan berbisa.

"Diharapkan para siswa memiliki kompetensi mengenai bagaimana melakukan pertolongan pertama pada korban gigitan hewan berbisa," ujarnya.

Sementara, Intan Arini dan Adany Sultanal Hisyam mengungkapkan, angka kematian gigitan hewan berbisa sangat tinggi. Hal itu disebabkan banyaknya masyarakat yang belum tahu bagaimana cara memberikan pertolongan pertama pada korban gigitan hewan berbisa.

Intan dan Adany menjelaskan tahapan pertolongan pertama pada korban gigitan hewan berbisa, seperti gigitan ular, yakni:

1. Ingat ciri-ciri ular yang menggigit agar memudahkan dokter mengidentifikasi dan memberikan obat dan perawatan yang tepat.

2. Istirahatkan tubuh dan meminimalisir gerakan untuk mengurangi penyebaran bisa ular.

3. Posisikan bagian tubuh yang tergigit ular lebih rendah dari posisi jantung dan lepaskan aksesoris di sekitar luka gigitan.

4. Longgarkan pakaian jika bagian luka gigitan mulai membengkak dan bersihkan darah bekas gigitan menggunakan kain bersih dan tekan area luka.

5. Hindari membilas luka dengan alkohol karena dapat mempercepat penyerapan racun ular oleh tubuh.

6. Tutup bagian luka menggunakan kain atau perban kering yang bersih.

Sedangkan Misriyanto, S.Pd, mengharapkan, dengan adanya penyuluhan ini para guru dan siswa bisa memahami tahapan yang dilakukan jika terjadi gigitan hewan berbisa dan bisa mempraktikkannya.

"Saya sangat berharap para warga sekolah memahami tahapan yang harus dilakukan jika terjadi gigitan hewan berbisa dan bisa mempraktikkannya secara langsung," ujar Misriyanto.

Dalam sambutannya, drg Siti Rofiah mengatakan, obat anti bisa atau serum anti bisa ular (SABU) dan juga vaksin rabies dapat diminta ke Puskesmas.

Ia mengharapkan para siswa SMAN 1 Siak dapat memahami dengan baik materi yang telah disampaikan oleh mahasiswa KKN FKp Unri.

“Semoga semua siswa dapat memahami materi penyuluhan yang telah diberikan oleh kakak-kakak mahasiswa KKN dari Universitas Riau. Apa bila ada yang tergigit hewan berbisa atau rabies dapat meminta obatnya ke Puskesmas, tetap semangat dan jangan panik," ujar drg Siti Rofiah.

Kegiatan penyuluhan ini diselingi dengan aktivitas ice breaking, agar siswa tetap fokus hingga kegiatan selesai. Selain itu, ada beberapa kuis dan juga sesi tanya jawab untuk melihat sejauh mana siswa memahami materi yang telah disajikan. Siswa yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar diberi hadiah.

Mahasiswa FKp Unri yang melaksanakan KKN di Kelurahan Kampung Rempak, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, ada 10 orang. Mereka adalah: Adany Sultanal Hisyam, Aidilla Azzahra Putri W, Fanny Apri Puspita, Fidela Nakhlah, Hillary Agustin Dahur, Intan Arini, Nadia Adrilia Ningsih, Nur Rahmah, Vinda Maya Cahyani dan Yulia Cahya Tampubolon.***rls