SIAK - Ramadan 1442 hijriah ini, angka penyebaran Covid-19 di Kabupaten Siak menunjukan kenaikan. Bahkan, penyebarannya membuat klaster baru yakni klaster aparatur sipil negara (ASN) dan kenduri mau menyambut ramadan. Mirisnya lagi, kecamatan terbanyak pasien Covid-19 adalah Kecamatan Siak yang merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Siak.

Berdasarkan data yang diperoleh GoRiau.com dari Satgas penanganan Covid-19 Kabupaten Siak, Senin (3/5/2021) untuk kecamatan Siak asa 177 orang dengan rincian 40 dirawat di RSUD Tengku Rafian dan 137 orang lainnya menjalani isolasi mandiri, isolasi di Asrama Haji serta Hotel Yasmin di jalan Sutomo, Kampung Rempak. Untuk Kecamatan di urutan kedua terbanyak kasus Covid-19 yaitu, Tualang sebanyak 115 orang, selanjutnya Kecamatan Sungai Apit sebanyak 109 orang.

Wakil Sekretariat Satgas Covid-19 Kabupaten Siak, Budi Yuwono tidak menampik kalau saat ini kasus Covid-19 di Kabupaten Siak sangat mengkhawatirkan. Bahkan penyebaran yang cukup tinggi itu terjadi di klaster perkantoran atau ASN dan kenduri mau menyambut puasa beberapa waktu lalu.

"Kalau Gubri bilang Siak zona merah Covid-19, bisa jadi benar. Karena untuk di pusat Siaknya kasus ini sangat tinggi karena jumlah penduduknya juga banyak. Namun untuk di Kecamatan lain seperti Sungai Mandau, Pusako yang jumlah penduduknya minoritas, kasus ini bisa dibilang sangat kecil sekali angkanya, berkisar 1 sampai 2 saja," kata Budi Yuwono usai mengikuti Rakor terkait penanganan Covid-19 dengan Gubri secara virtual, Senin (3/5/2021).

Pemerintah Kabupaten Siak bersama Forkompinda Siak sudah berkomitmen untuk menurunkan angka Covid-19 ini. Dengan tujuan selain menyelamatkan individu masyarakat, ini juga penting untuk tetap menstabilkan ekonomi di daerah. Perlu penanganan serius dan kerjasama masyarakat untuk mengikuti anjuran pemerintah dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat serta tidak melakukan mudik lebaran.

"Makanya masyarakat jangan pernah lalai dalam menggunakan masker, mencuci tangan setiap saat, menjaga jarak jika bertemu orang. Ya, kalau bisa tetap di rumah saja untuk menghindari penularan ini. Tentunya tim yustisi juga nanti akan melakukan pengawasan ketat di tempat-tempat umum. Untuk yang ingin mudik lebaran juga sebaiknya mengurungkan niat tersebut, demi kesehatan keluarga," ujar Budi didampingi Kadis Kesehatan Siak, Dr Toni Chandra.

Budi juga menyebutkan, seluruh objek wisata di Kabupaten Siak mulai 6 Mei hingga 17 Mei 2021 akan ditutup. Sebab, jika itu tidak dilakukan, maka khawatir nanti akan muncul klaster baru di Kabupaten Siak, yakni objek wisata.

"Hampir setiap lebaran dan hari libur, objek wisata di Siak khususnya Istana Siak selalu ramai dikunjungi orang. Baik dari luar Siak maupun masyarakat Kabupaten Siak sendiri. Untuk itu perlu ini kita tegaskan sejak awal, agar masyarakat juga mengetahuinya," kata Budi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Siak, dr Toni Chandra menyebutkan, saat ini di RSUD Tengku Rafian Siak terus meningkatkan kapasitas ruang rawat Pasien Covid-19. Dari 14 bed menjadi 97 bed dan 97 lagi di ruang ICU.

"Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus Covid-19 ini dan pasien harus dirawat, kita sudah tingkatkan kapasitas ruangan dan tempat tidur pasien Covid-19. Untuk yang tidak harus dirawat, itu akan diisolasi di Asrama Haji dan Hotel Yasmin. Saat ini juga akan kita tambah ruang isolasi di Hotel Winaria, masih dalam proses pengajuan," kata dr Toni menambahkan. ***