PEKANBARU – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Pekanbaru semakin meresahkan warga. Antrean panjang kendaraan terlihat mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), bahkan stok di tingkat pedagang eceran pun dilaporkan kosong di berbagai titik.

Kondisi ini memaksa warga harus meluangkan waktu berjam-jam demi mendapatkan bahan bakar. Salah satu warga, Aisha Nuha, mengungkapkan kesulitan yang dialami masyarakat, terutama para pedagang kecil yang kini terhimpit kenaikan harga kebutuhan pokok.

"Mencari minyak susah sekali, di ketengan saja tidak ada. Bukan cuma bensin, minyak goreng pun susah. Semua mahal sekarang, tapi karena hidup harus berjalan, mau tidak mau saya harus beli karena butuh," ujarnya, Minggu (3/5/2026).

Keluhan serupa datang dari Elisa, yang merasa sangat terganggu dengan kondisi ini karena stok di daerah Bukit Barisan sudah habis. Menurut pengamatannya, antrean yang sangat panjang hingga menghabiskan waktu dua jam sangat merugikan para pekerja lapangan.

"Kasihan orang-orang Gojek atau Shopee Food yang mengejar waktu, habis waktu mereka hanya untuk antre bensin. Orang-orang sekarang isinya langsung penuh karena takut, jadi gerakan warga terbatas," ungkap Elisa.

Kondisi sulit ini juga dirasakan Farel yang sudah berkeliling dari daerah Arangka hingga Garuda Sakti namun tetap menemui kebuntuan. Hal yang sama dialami Okto dan Ilham yang mengaku kelelahan mencari bensin karena stok di tingkat eceran sudah ludes.

"Capek kita, sudah keliling-keliling tapi eceran pun sudah tidak ada lagi. Kita tidak tahu ini akibat perang atau apa," keluh Ilham.

Sementara itu, warga lainnya, Teija, menyebutkan bahwa kepadatan antrean sudah terlihat sejak beberapa hari lalu di wilayah Pandau hingga Marpoyan. Kemacetan bahkan meluber hingga ke jalur luar jalan raya.

"Besok sudah Senin, saya harus kerja di SMU Gunung Sahilan, perjalanannya jauh jadi mau tidak mau hari ini harus antre bensin," kata Teija.

Di sisi lain, pengamatan warga menunjukkan adanya ketimpangan antara pernyataan otoritas terkait dengan kenyataan di lapangan. Dedi menyebutkan bahwa meski ada informasi mengenai penambahan pasokan, antrean di SPBU justru semakin panjang.

"Masyarakat terganggu karena antrean mengular. Katanya Pertamina menambah pasokan 20 persen dan tidak ada kenaikan harga, tapi nyatanya masyarakat tetap susah beli minyak karena antreannya cukup panjang. Kendalanya di mana kita tidak tahu," papar Dedi.***