ISTANBUL - Rantai pasokan komoditas pangan dan energi dunia menghadapi risiko gangguan yang serius seiring makin tajamnya perselisihan antara Rusia dan Ukraina. Pernyataan terbaru dari para pemimpin kedua negara pada Jumat (11/9/2026) memperlihatkan bahwa keberlanjutan perang ini secara langsung akan menghantam ekonomi global serta negara-negara yang rentan secara pasokan logistik.
Peringatan Harga Energi dari Moskow
Presiden Rusia, Vladimir Putin menyoroti kesalahan langkah yang diambil oleh para pengambil kebijakan di Eropa terkait manajemen energi mereka. Ia memastikan bahwa langkah keliru dari elite Eropa tersebut justru akan memicu lonjakan tarif gas yang harus dibayar mahal oleh para konsumen akhir di benua tersebut.
Putin menjabarkan bahwa negaranya selama ini hanya menjual sumber daya energi sesuai dengan harga dan mekanisme pasar yang berlaku. Namun, ia menyayangkan narasi para petinggi Eropa yang seolah menjadikan Rusia sebagai ancaman nyata bagi pasokan energi dan keamanan benua biru.
"Tidak ada yang bahkan mempertimbangkan fakta bahwa kami tidak memiliki alasan apa pun untuk berkonflik dengan Eropa," paparnya.
Lebih lanjut, ia menyebut wacana negara-negara Eropa yang berniat menerjunkan armada militer ke Ukraina akan merusak stabilitas secara permanen karena hal itu diartikan sebagai ajakan perang langsung terhadap Rusia.
Bahaya Ketersediaan Pangan Dunia
Dampak peperangan ini terhadap logistik internasional juga disuarakan secara lantang oleh Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy. Ia menyoroti lumpuhnya aktivitas ekspor biji-bijian akibat blokade armada laut yang berkepanjangan di kawasan perairan Laut Hitam.
Kondisi ini berpotensi memicu kelangkaan bahan pangan di berbagai negara berkembang yang menggantungkan pasokan dari Eropa Timur.
"Situasinya akan seperti Selat Hormuz, namun di sektor pertanian. Dan itu adalah masalah serius. Bukan hanya Ukraina yang harus menyelesaikan ini. Karena ini merupakan tantangan bagi banyak pihak," terangnya melalui unggahan di akun X.
Desakan Sanksi untuk Lumpuhkan Ekonomi Rusia
Zelenskyy turut memperingatkan akan adanya krisis pasokan listrik domestik saat memasuki musim dingin nanti. Ia berjanji akan membalas dengan intensitas yang sama apabila infrastruktur energi Ukraina diserang. Sebagai solusi diplomatik, ia mengajukan pertemuan tiga pihak antara negaranya, Rusia, dan AS guna menyepakati gencatan senjata energi dan pembukaan blokade perairan.
Untuk memutus rantai pasokan dana militer Rusia, pemimpin Ukraina ini mendesak pemerintahan Presiden AS, Donald Trump untuk segera mengeksekusi sanksi ekonomi berskala besar. Ia merujuk pada regulasi sanksi yang pernah diinisiasi oleh mendiang Senator Lindsey Graham agar segera disahkan oleh Kongres AS.***


