CILACAP – Tak terima komandannya yakni Brigjen TNI Subagyo (Dirpalad) dituduh mencuri hp milik AKBP Lalu Muh. Iwan, sejumlah personel TNI mengepung Hotel Dafam Cilacap, pada Senin (3/5/2019) yang lalu.

Beberapa anggota TNI marah dan tidak terima petingginya mendapat perlakuan tersebut, berdasarkan informasi yang diperoleh GoNews.co, kejadian ini berawal saat SIK Kasubag Renops Wilayah Ro Binops Polri AKBP Lalu Muh. Iwan kehialangan HP saat acara sahur bersama terakhir di Hotel Dafam Cilacap.

Saat itu rombongan Brigjen TNI Subagyo beserta keluarga 8 (delapan) orang setelah makan sahur dan solat subuh, tiba tiba dicegat AKBP Lalu Muh. Iwan dan meminta semuanya diperiksa baik tas maupun kantong celana untuk mencari keberadaan HP nya. "Kejadianya sekitar pukul 04.20 WIB," ujar salah satu Anggota TNI kepada GoNews.co, Jumat (7//62019).

"Stop stop stop berhenti dulu semuanya siapa yang mengambil HP saya, HP saya hilang, coba periksa semuanya satu-satu," ujar sang AKBP.

Ads
Mendengar tudingan tersebut, Brigjen TNI Subagyo meminta sang Polisi tidak sembarang menuduh. "Waktu itu Pak Subagyo bilang, jangan sembarangan menuduh dan istri Brigjen TNI Subagyo juga bilang bapak jangan sembarangan menuduh kami, mungkin bapak lupa menaruh HP nya," ceritanya.

Akan tetapi AKBP Lalu Muh Iwan tersebut justeru memaksa dan bersikeras ingin menggeledah tas yang dibawa oleh Brigjen TNI Subagyo dan rombongan. AKBP Lalu Muh Iwan pun menyuruh sang Jenderal dan keluarganya mengluarkan HP yang berada di saku termasuk dari celana anak laki-laki Brigjen TNI Subagyo yakni Rafi.

"Saat itu, Rafi mengeluarkan HPnya, ternyata itu bukan HP AKBP Lalu Muh. Iwan sehingga beliau Bpk Brigjen TNI Subagyo tidak berkenan dan akhirnya cekcok, hingga akhirnya AKBP Lalu Muh Iwan tersebut memanggil pegawai hotel untuk menelepon nomor HP nya,” tandasnya.

Dan ternyata kata dia, HP sang AKBP berdering dan posisi HP berada di atas meja makan tempat AKBP Lalu Muh. Iwan tersebut makan.

Akhirnya rombongan Brigjen TNI Subagyo dan AKBP Lalu Muh. Iwan mendatangi sumber suara HP yang berdering tersebut dan ternyata HP itu masih berada diatas meja makan dengan posisi tertutup tissue.

“Memang saat itu AKBP Lalu Muh. Iwan langsung meminta maaf kepada Brigjen TNI Subagyo beserta rombongan. Namun beberapa pengawal dari satuan TNI terlanjur geram dan tidak terima dengan perlakuan AKBP Lalu,” tukasnya.

Mendapat laporan adanya kegaduhan tersebut, sekitar Pukul 08.00 WIB, Komandan Kodim 0703/Cilacap tiba di Hotel Atrium didampingi Kapolres Cilacap yang kemudian mengklarifikasi kejadian tersebut di Depan Ruang Resepsionis Hotel Atrium. Setelah selesai, Komandan Kodim melaporkan ke Brigjen TNI Subagyo (Dirpalad) di dalam kamar 319 jika masalah tersebut sudah clear.

Baik Komandan Kodim 0703/Clp dan Kapolres Cilacap pun akhirnya membuat surat pernyataan di ruang Meting Hotel yang dibubuhi materai yang menjabarkan permintaan maaf AKBP Lalu Muh. Iwan. Keduanya pun dimediasi untuk saling bermaafan.

“Setelah selesai menandatangani surat pernyataan, AKBP Lalu Muh. Iwan bersalaman dan meminta maaf kepada Brigjen TNI Subagyo (Dirpalad) beserta keluarga dan kemudian sama-sama meninggalkan Hotel Atrium Menuju ke Polres Banjarnegara,” pungkasnya.

Anggota TNI yang sempat emosi dan mengepung Hotel Daffam pun akhirnya kembali ke markas masing-masing.***