JAKARTA - Belasan nyawa berhasil direbut kembali dari ganasnya perairan Laut Jawa berkat kesigapan awak kapal tanker MT Mauhau. Sebanyak 16 orang, yang salah satunya adalah nakhoda KMP Virgo Transport 08, sukses ditarik ke atas dek kapal pengangkut milik PT Pertamina Patra Niaga tersebut usai musibah kapal tenggelam menggegerkan jalur pelayaran.
Peristiwa ini bermula ketika nakhoda MT Mauhau mendengarkan sinyal kepanikan via radio VHF mengenai insiden kapal karam. Tanpa pikir panjang, armada yang sejatinya memiliki rute reguler dari Banjarmasin ke Tuban itu langsung meluncur menuju titik koordinat jatuhnya para korban.
Kondisi Korban dan Pertolongan Pertama
Setibanya di lokasi, operasi evakuasi berjalan krusial. Enam belas korban diangkat satu per satu dari lautan lepas. Setelah dievakuasi, awak kapal memastikan seluruh penyintas mendapatkan pasokan cairan dan makanan yang memadai. Tim juga harus menangani seorang penumpang yang terluka pada bagian kaki, memberikannya balutan medis dasar sebelum tim penyelamat dari darat tiba.
VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora merespons operasi ini sebagai bentuk profesionalisme para pelaut di lapangan.
"Keselamatan jiwa selalu berada di urutan pertama. Saat sinyal darurat diterima, nakhoda dan kru MT Mauhau tidak ragu memutar arah serta bergegas membantu proses evakuasi hingga 16 korban berhasil diamankan ke atas kapal," paparnya, Minggu (13/9/2026).
Pengerahan Bantuan Susulan di Perairan
Pencarian terhadap potensi penyintas lain tidak berhenti di tangan kru MT Mauhau saja. Otoritas maritim dari Basarnas Banjarmasin kini mengambil kendali dan sedang mengerahkan personelnya menuju lokasi tenggelam. Situasi di perairan Laut Jawa saat ini juga didukung oleh kehadiran kapal TB TCP 205 dan KMP Haidar yang ikut merapat demi menyisir sisa korban.
"Para korban yang dievakuasi sudah mendapat penanganan medis dasar dan logistik. Selanjutnya, kami terus berkoordinasi dan mendukung komando pencarian lanjutan bersama pihak Basarnas serta seluruh pihak yang terlibat," terangnya.***


