NEW DELHI – Islamofobia (kebencian terhadap umat Islam) di India membuat Sabrimala Jayakanthan tertarik mempelajari kandungan kitab suci umat Islam, Alquran.

Setelah mempelajari kandungan Alquran, Sabrimala tidak menemukan alasan untuk membenci Islam. Dia justru mengakui indahnya ajaran Islam, sehingga memutuskan memeluk Islam (mualaf).

Dikutip dari Republika.co.id yang melansir Global Village Space pada Kamis (28/4/2022), setelah memeluk Islam, wanita pejuang hak asasi manusia (HAM) yang juga motivator dan aktivis sosial terkemuka di India Selatan itu langsung pergi ke Makkah untuk melaksanakan umrah bertepatan dengan bulan suci Ramadhan.

Dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial, Sabrimala membacakan dua kalimat syahadat sambil berdiri di Masjidil Haram di Kota Makkah. Kemudian dia mengubah namanya menjadi Fatima Sabrimala.

''Saya mengubah nama saya menjadi Fatimah karena cinta dan hormat kepada putri Nabi Muhammad SAW,'' jelasnya dalam sebuah video yang diambil di dalam Masjidil Haram Makkah.

Dalam video lainnya, Sabrimala menjelaskan mengapa dirinya memutuskan untuk masuk Islam.

Sabrimala mengungapkan, setelah mualaf, ia mencintai Islam melebihi dirinya sendiri.

''Saya bertanya pada diri sendiri mengapa ada begitu banyak kebencian terhadap Muslim di negara kita, dan saya mulai membaca Alquran, karena penasaran dan tanpa prasangka sebelumnya, dan kemudian saya tahu jawabannya. Sekarang saya mencintai Islam lebih dari diri saya sendiri," katanya.

Sabrimala mengatakan, dirinya menggunakan nama Fatimah yang merupakan nama dari putri Nabi Muhammad SAW adalah untuk menghormati dan mencintai Nabi Muhammad SAW. 

Sabrimala meminta umat Islam untuk memperkenalkan Alquran kepada dunia. Dia mempertanyakan mengapa banyak orang yang hanya menyembunyikan Alquran di rumah saja. Sabrimala pun mendorong agar dunia membaca Alquran.  

Sabrimala telah memeluk Islam di tengah meningkatnya permusuhan dan penganiayaan terhadap Muslim di India. 

Sebagaimana kata cendekiawan dan aktivis dunia Noam Chomsky, Islamofobia telah mengambil bentuk paling mematikan di India, mengubah sekitar 250 juta Muslim India menjadi minoritas yang teraniaya. 

''Patologi Islamofobia berkembang di seluruh Barat,  Ini mengambil bentuk yang paling mematikan di India,'' kata Profesor Emeritus di Massachusetts Institute of Technology (MIT) tersebut, dalam pesan video di webinar yang diselenggarakan oleh Indian American Dewan Muslim (IAMC) sebuah organisasi advokasi yang berbasis di Washington.***