PEKANBARU - Kapolda Riau 'menebar' ancaman terhadap para bandar Narkoba yang berani main-main di wilayah hukumnya Provinsi Riau. Hal ini menyusul tewasnya seorang bandar berinisial YA, usai baku tembak di Rimbo Panjang Kabupaten Kampar, Sabtu (29/7/2017) subuh.

Jenderal bintang dua itu mengatakan, bakal menyikat habis terhadap peredaran gelap Narkotika yang melibatkan siapa pun, termasuk aparat sekalipun. Ia mencontohkan, keterlibatan oknum aparat beberapa waktu lalu, yang juga tewas diterjang peluru dalam penyergapan polisi.

"Akan kami sikat terus, hantam terus siapa pun. Apalagi kalau melawan dan bawa senjata. Jadi jangan main-main, ini mending meleset (Pelaku YA, red), mestinya kepala (yang ditembak, red)," tegas Irjen Zulkarnain di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau, Jalan Kartini Pekanbaru.

Dalam kasus ini, Polres Kampar mengamankan dua orang, masing-masing berinsial JH (pecatan polisi, red) dan H. Sedangkan YA tewas dalam baku tembak, pada saat akan disergap polisi di Rimbo Panjang, pukul 04.00 WIB tadi subuh. Sementara seorang lainnya berstatus buron.

"Kepada temannya (yang buron, red) itu, saya imbau segera saja menyerahkan diri, karena akan kami kejar. Memang mereka-mereka ini berpindah-pindah, dan tidak sesuai KTP (Kartu Tanda Penduduk)," seruan Irjen Zulkarnain.

Selain menewaskan YA, aparat berwajib juga sukses menyita sepucuk senjata api Airsoft Gun jenis Revolver dan setengah kilorgam Sabu siap edar. Kapolda Riau meyakinkan, jaringan ini masih menyimpan barang haram lainnya dalam jumlah besar.

"Diduga mereka ini punya stok (Narkoba, red) yang banyak. Karena dalam waktu singkat bisa menyediakan permintaan dalam waktu cepat," beber dia. ***