PEKANBARU - Kantor Dinas Pendidikan (Disdik)  Provinsi Riau, digeledah Kejaksaan Tinggi Riau, Selasa (21/7/2020).

Pantauan GoRiau di lapangan, tampak tiga personel Brimob Polda Riau melakukan pengamanan di depan ruangan Kabid Pembinaan SMA.

Salain petugas, tampak juga pegawai Kejati Riau keluar membawa laptop dan sejumlah kertas. Pegawai Disdik Riau terlihat hanya memantau dari kejauhan.

Informasi yang dihimpun, penggeledahan oleh Kejati Riau itu, terkait dugaan korupsi pengadaan media pembelajaran berupa perangkat keras berbasis informasi teknologi dan multi media di Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau, tahun 2018.

GoRiau Sejumlah penyidik menggeledah
Sejumlah penyidik menggeledah berkas di ruang Kabid Pembinaan SMA. (foto rizki ganda sitinjak)

Diduga ada praktik 'kongkalikong' dalam pembelian komputer/laptop melalui e-katalog. Barang elektronik itu sebagai persiapan peralatan UNBK di Disdik Riau. Kegiatan yang semestinya dilakukan secara independen oleh Disdik Riau terindikasi diatur oleh satu perusahaan. Dimana perusahaan tersebut mengatur dari mulai perencanaan sampai pelaksanaan kegiatan.

Pembelian tahap pertama yang ditaksir sekitar Rp25 miliar, sudah berlangsung dan terindikasi menjadi 'bancakan' beberapa perusahaan dan juga dinas pendidikan. Deal-dealan tersebut, dilakukan sebelum kegiatan dilakukan oleh Disdik Riau. Pola yang dilakukan juga terbilang cukup baru dan rapi.

Dimana, pihak Disdik Riau seolah-olah melakukan pembelian secara online melalui perusahaan online shop yang sudah bekerjasama dengan LKPP. Pihak online shop kemudian membeli ke beberapa vendor yang berbeda. Sedangkan, harga yang dibuat telah disesuaikan dengan harga pasar.

PT BMD selaku salah satu perusahaan yang menandatangani kontrak dengan Disdik Riau. Selain itu, terdapat indikasi satu perusahaan sebagai penampung fee untuk beberapa perusahaan yang mengatur kegiatan tersebut. ***