PEKANBARU - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau mulai menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan pembaruan data yang dirilis pada Senin (10/8/2026), jumlah titik panas atau hotspot di Bumi Lancang Kuning menyusut drastis dibandingkan akhir pekan lalu, meskipun kewaspadaan tetap harus dijaga karena sebaran api di Pulau Sumatera secara keseluruhan masih berada di atas seribu titik.

Penurunan angka ini menjadi angin segar bagi upaya pengendalian karhutla di Riau, mengingat cuaca panas ekstrem sempat memicu lonjakan kemunculan api di beberapa kabupaten kota.

Tren Penurunan Kasus Karhutla Riau

Jumlah hotspot di Riau berhasil ditekan hingga tersisa 106 titik. Angka ini turun drastis dari pantauan pada Minggu (9/8/2026) yang sempat mencapai 198 titik. Meski demikian, beberapa kawasan masih menunjukkan konsentrasi panas yang butuh penanganan segera.

Kabupaten Indragiri Hulu masih menduduki posisi puncak dengan jumlah kemunculan titik api terbanyak di Riau. Berikut adalah rincian sebaran titik panas di wilayah Provinsi Riau saat ini:

  • Indragiri Hulu: 66 titik
  • Bengkalis: 17 titik
  • Kota Dumai: 6 titik
  • Rokan Hilir: 6 titik
  • Indragiri Hilir: 5 titik
  • Kampar: 2 titik
  • Kepulauan Meranti: 1 titik
  • Pelalawan: 1 titik
  • Rokan Hulu: 1 titik
  • Siak: 1 titik

Sumatera Selatan Terbanyak Sumbang Asap

Beralih ke skala yang lebih luas, Pulau Sumatera masih dikepung oleh ribuan titik panas. Berdasarkan data pemantauan satelit terbaru pukul 23.00 WIB, total keseluruhan mencapai 1.031 titik yang tersebar di 10 provinsi.

Provinsi Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan deteksi hotspot paling parah, yakni menyumbang 371 titik. Menyusul di bawahnya adalah Bangka Belitung dengan 160 titik, dan Lampung dengan 126 titik.

Sementara itu, wilayah lain seperti Jambi mendeteksi 93 titik panas, Kepulauan Riau mencatat 82 titik, Sumatera Utara 53 titik, Bengkulu 26 titik, Sumatera Barat 10 titik, dan Aceh dengan 4 titik kemunculan api. ***