SELATPANJANG - Hingga, Kamis (8/9/2016) siang seluruh Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Kepulauan Meranti dalam keadaan sehat wal afiat. Mereka saat ini sedang bersiap-siap menghadapi wukuf.

Demikian disampaikan Petugas Pembantu Ibadah Haji (PPIH) Hasbullah, dalam bincang-bincangnya dengan GoRiau (GoNews Group) melalui WhatsApp.

Kata Hasbullah, mereka akan berangkat ke Arafah pada, Sabtu (10/9/2016). Kemudian, Minggu (11/9/2016) pagi dilangsungkan khutbah wukuf, lalu sebelum maghrib di hari yang sama (Minggu, red) JCH Meranti akan me Muzdalifah untuk mabit dan mengumpulkan batu sebanyak 70 butir.

Kemudian, setelah tengah malam, kata Hasbullah lagi, mereka akan melanjutkan perjalanan ke Mina. Di Mina ini nantinya, JCH akan melempar jumrah aqabah, ula, dan wustho. "Itu dilakukan selama 4 hari," kata Hasbullah kepada GoRiau.

Setelah itu, disampaikan Hasbullah lagi, mereka akan kembali ke Makkah untuk melakukan tawaf ifadhah, sa'i, tahalul.

Diakui Hasbullah juga, yang terberat dalam pelaksanaan ibadah haji itu adalah saat berada di Mina. Dimana, seluruh JCH sedunia berkumpul di satu tempat dan bergerak (berjalan, red) untuk melempar jumrah. "Terberatnya saat di Mina, dimana semua jamaah calon haji berkumpul di satu tempat. Itu sering kejadian," ujar Hasbullah juga.

Satu Jamaah Masih Terpisah

Rupanya, dari 64 Jamaah Calon Haji asal Kepulauan Meranti, satu diantaranya terpisah dari kloter 6. Jamaah itu disebut-sebut bernama Lasmi.

Lasmi terpisah dari kloter 6 sejak di Batam Kepulauan Riau, lantaran perempuan yang sudah tua itu ada gangguan pada kesehatannya. Saat ini Lasmi bergabung ke kloter 13 dengan Kalimantan.

Kata Hasbullah, meski terpisah sejak di Batam, saat ini mereka telah bertemu dengan Lasmi. Selama menjalankan aktifitas ibadah Haji, Lasmi dikabarkan sekamar dengan dokter asal Kalimantan. "Alhamdulillah kita sudah bertemu dengan Ibuk Lasmi. Kita upayakan nantinya agar dia kembali bergabung dengan jamaah asal Meranti," beber Hasbullah. ***