JAKARTA - Luar biasa, pria berusia 74 tahun asal Boja Kabupaten Dompu, Nusatenggara Barat, bernama Ustaz Muhammad Saleh, jauh-jauh ke Jakarta ingin turut menyampaikan aspirasinya terkait penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok.

Ditemui GoNews.co, Kamis (3/11/2016) malam, Ustaz Saleh pun berujar, dirinya tak akan pulang ke NTB sampai tuntutan umat Islam dikabulkan.

"Tuntutan kita sama, ini bukan soal pilkada atau soal politik. Ingat ini soal penistaan agama. Saya sebagai ummat Islam tidak rela agama saya diinjak-injak kafir," ucapnya keras.

Dengan sedikit bergetar, berkali-kali Ustaz Saleh mengucapkan kalimat takbir. "Allahu Akbar... Allahu Akbar...dan perlu diingat, sekarang ini kami masih nurut, melakukan aksi damai. Tapi jika tidak juga didengar, jangan salah kalau ada yang lebih radikal dari ini," katanya.

Namun demikian kata dia, dirinya yakin Aparat Kepolisian tidak akan diam. "Saya yakin pak Kapolri juga muslim, beliau pasti paham betapa sakitnya dihina dan dilecehkan seperti ini," katanya.

"Tujuan saya datang kesini untuk bagaimana supaya agama islam ini berjaya jangan dihina oleh orang non muslim. Saya minta saudara Ahok dihukum seusai dengan perkataanya, dan sesuai dengan hukum yang berlaku," pintanya.

Bahkan dirinya yang datang ke Jakarta mulai dari hari Jumat yang lalu, telah mengantarkan surat protes dari perwakilan ulama' yang diserahkan kepada Presiden Jokowi. "Pada tanggal 1 November semalam, saya sudah menghadap Presiden dengan beberapa jamaah lain. Intinya kami ingin saudara Ahok diproses," tukasnya lagi.

Selama di Jakarta, iapun menginap di Masjid Istiqlal. Dirinya juga merasa bangga dengan seluruh ummat Islam dari seluruh Indonesia, yang malam ini telah berkumpul menyerukan kebanaran dan membela agamanya di Jakarta.

"Saya disini tidak sendirian, meski dari NTB saya sendiri. Disini semua ummat Islam adalah keluarga, meski tak banyak saya bawa ongkos, insya Allah saya tidak akan kelaparan. Saya berharap besok aksi ini berjalan damai, dan ditanggapi secepatnya," pungkasnya. ***