PEKANBARU - Berkas perkara pencabulan oleh anak anggota DPRD Kota Pekanbaru masih diteliti oleh jaksa peneliti dari Kejaksaan Negri (Kejari) Pekanbaru.

Demikian disampaikan oleh Kepala Seksi Intelijen Kejari Pekanbaru Lasargi Marel, saat dikonfirmasi. Ia menyebut, penyidik dari Polresta Pekanbaru sudah melimpahkan berkas kasus pencabulan pada hari Kamis (6/1/2022).

“Iya sudah dilimpahkan atau tahap 1 hari Kamis kmarin,” kata pria yang akrab disapa Marel itu kepada GoRiau, Senin (10/1/2022).

Selanjutnya kata Marel, saat ini berkas perkara tersebut masih diteliti oleh jaksa, apakah bisa dinyatakan lengkap atau masih ada hal yang harus dilengkapi.

"Berkas dilakukan penelitian dlu oleh jaksa peneliti nya. Berikutnya apakah kita akan memberikan petunjuk P-18 atau P-19,” jelas Marel.

Lebih lanjut Marel menjelaskan, Penelitian ini untuk menelaah berkas, baik secara formil ataupun materil. Jika ada kekurangan, jaksa akan memberikan petunjuk yang harus dilengkapi oleh penyidik dalam kasus pencabulan yang dilakukan oleh anak Anggota DPRD Pekanbaru itu.

“Intinya tahap 1 ini kita masih melakukan penelitian berkas. Setelah berkas dinyatakan lengkap atau P21, barulah bisa dilanjutkan untuk tahap 2 nya,” tutup Marel.

Diketahui, kasus dugaan pemerkosaan yang menimpa siswi SMP di Pekanbaru berusia 15 tahun ini, dilakikan oleh seorang pria yang merupakan anak anggota DPRD Pekanbaru, ES, berinisial AR (21).

Setelah menerima laporan, polisi akhirnya menetapkan AR sebagai tersangka dan ditahan pada 3 Desember 2021. Setelah pelaporan dan penetapan tersangka, pihak keluarga pelaku terus menemui keluarga korban, hingga akhirnya perdamaian terjadi.

Kemudian setelah berdamai, tersangka AR dibebaskan bersyarat oleh aparat kepolisian. Namun, belakangan terakhir perdamaian terkait kasus pemerkosaan ini menjadi sorotan publik karena dinilai tidak pantas. ***