PEKANBARU - Enam orang yang tewas, dalam peristiwa kebakaran Wisma Abu, Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, ada mahasiswa hingga pelajar.

Kapolres Inhil, AKBP Dian Setyawan, menyampaikan, 6 orang yang terdiri dari 1 wanita dan 5 lelaki itu adalah pria bernama Sahruji, berusia 24 tahun, bersatatus sebagai mahasiswa, dan berasal dari Desa Parit Kemang, Kecamatan Gaung, Kabupaten Inhil.

Pria bernama Heldi Gustyawan, berusia 18 tahun, berstatus sebagai pelajar, dan berasal dari Desa Pangkalan Batang Barat, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis.

Pria bernama Ilham Novariansyah, berusia 20 tahun, tidak bekerja, dan berasal dari Desa Bira, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan.

Pria bernama Kamaludin, berusia 36 tahun, seorang pekerja swasta, dan berasal dari Desa Lahang Baru, Kecamatab Gaung, Kabupaten Inhil.

Pria bernama Mahyuni, berusia 42 tahun, bekerja sebagai petani, dan berasal dari Desa Tegal Rejo Jaya, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Inhil.

Seorang wanita bernama Nurhaliza, berasal dari Kecamatan Mandah, Kabupaten Inhil.

Diberitakan sebelumnya, terjadi kebakaran besar di Penginapan Wisma Abu, yang berada di Jalan Abdul Manaf, Tembilahan, Kabupeten Indragiri Hilir. Akibatnya, 6 orang meninggal dunia dalam kebakaran itu.

Peristiwa naas itu terjadi pada hari Senin (14/12/2020) malam, sekitar pukul 18.45 WIB. Awalnya seorang saksi bernama Andi, mendengar teriakan kebakaran dari samping rumahnya.

Saat Andi keluar rumah, ternyata sudah ada kobaran api yang berasal dari depan Wisma Abu, kemudian Andi langsung meminta tolong kepada warga sekitar untuk memadamkan api. Hingga akhirnya api bisa padam sekitar pukul 19.30 WIB.

Setelah api padam, lalu petugas pemadam kebakaran dan kepolisian, menyisir isi Wisma, ternyata didalamnya ada sebanyak 6 orang yang sudah dalam keadaan meninggal dunia, karena terbakar.

"Iya kejadiannya mulai petang tadi, ada enam korban dalam kejadian itu, lima laki-laki dan 1 perempuan. Keenam korban ditemukan petugas Damkar di ujung lorong lantai 2 dalam kondisi bertumpuk," ujar Kapolres Inhil, AKBP Dian Setyawan, Senin malam.

Selanjutnya kata Dian, para korban diduga meninggal dunia akibat kekurangan oksigen dan luka bakar ringan.

"Para korban dalam kondisi terjebak, dikarenakan bagian belakang lantai 2 tertutup tembok dan tidak bisa turun, karena kondisi api sudah membesar di bagian tangga dan lantai 1," tutupnya.

Semantara kerugian materi yang ditimbulkan dari peristiwa itu, diperkirakan mencapai Rp 400 juta. ***